Kehancuran akibat Bencana Lambatkan Pertumbuhan Ekonomi Filipina

Kompas.com - 14/11/2013, 15:02 WIB
Seorang perempuan terlihat berjalan di antara puing, Senin (11/11/2013). Inilah yang tersisa dari Tacloban, ibu kota provinsi Leyte, Filipina, setelah dihantam super topan Haiyan, Jumat (8/11/2013). NOEL CELIS / AFPSeorang perempuan terlihat berjalan di antara puing, Senin (11/11/2013). Inilah yang tersisa dari Tacloban, ibu kota provinsi Leyte, Filipina, setelah dihantam super topan Haiyan, Jumat (8/11/2013).
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Filipina Cesar Purisma mengatakan kepada BBC bahwa kehancuran yang disebabkan topan Haiyan dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi negeri itu hingga 1 persen pada tahun depan.

Daerah yang mengalami kerusakan terparah, lanjutnya, berkontribusi 12,5 persen terhadap keseluruhan perekonomian Filipina dan perlambatan yang cukup tajam di daerah itu akan melambatkan laju ekonomi secara keseluruhan pada tahun depan.

Awal tahun ini, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan laju ekonomi Filipina akan naik 6 persen pada 2014. Purisma menambahkan, butuh "bertahun-tahun" untuk kembali membangun infrastruktur yang rusak akibat bencana ini.

"Sejumlah infrastruktur yang dibangun dalam keadaan normal membutuhkan waktu yang lama, misalnya, jalur transmisi—Anda tidak membangun jalur transmisi dalam semalam," katanya.

Menteri Keuangan mengatakan, Filipina adalah salah satu dari tiga negara yang paling rentan terhadap bencana alam.

Ketika ditanya tentang apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk melindungi penduduknya, Purisma mengatakan, "Kami berinvestasi semakin banyak di sektor infrastruktur—porsinya akan menjadi 20 persen dari total anggaran tahun depan."

Jumlah korban tewas akibat topan mencapai lebih dari 2.300, tetapi diperkirakan akan meningkat jauh lebih tinggi.

Topan Haiyan merupakan salah satu badai paling kuat yang pernah tercatat di darat. Topan ini menghantam daerah pesisir di provinsi Leyte dan Samar pada Jumat pekan lalu dan menyapu enam pulau di Filipina tengah.

Sementara itu, pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan ekonomi Filipina tampak cukup solid dengan kenaikan sebesar 7,5 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh sektor jasa, kenaikan konsumsi, dan belanja negara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X