Kompas.com - 14/11/2013, 10:48 WIB
EditorEgidius Patnistik
NEW DELHI, KOMPAS.COM — Seorang pejabat tinggi kepolisian India meminta maaf, Rabu (13/11), setelah mengatakan, "Jika tidak bisa mencegah pemerkosaan, Anda nikmati saja." Pernyataan itu kontan bikin marah kaum perempuan di seluruh negeri itu.

Ranjit Sinha, yang menjabat sebagai Kepala Biro Pusat Investigasi (BPI) India, membuat pernyataan itu Selasa lalu dalam sebuah konferensi tentang perjudian ilegal dalam bidang olahraga dan kebutuhan untuk melegalkan perjudian. BPI merupakan lembaga investigasi utama negara itu.

Dalam konferensi itu, Sinha mengatakan bahwa jika negara bagian tidak sanggup menghentikan perjudian, mereka setidaknya dapat menciptakan pendapatan dengan melegalisasi hal itu. "Jika Anda tidak dapat menegakkan larangan terhadap perjudian, itu seperti mengatakan, "Jika tidak bisa mencegah pemerkosaan, Anda nikmati saja'," katanya.

Pernyataan tersebut telah memicu kemarahan di seluruh India, yang tahun lalu bergolak terkait protes luas menyusul pemerkosaan mematikan terhadap seorang perempuan  berusia 23 tahun di atas sebuah bus di New Delhi.

Hari Rabu, Sinha mengatakan bahwa komentarnya telah dikutip di luar konteks dan disalahartikan. Dia menegaskan bahwa dirinya menyesal jika telah membuat orang-orang tersinggung.

Namun, para aktivis marah dan menuntut dia mengundurkan diri.  

Pemimpin Partai Komunis India (Marxist), Brinda Karat, mengatakan, komentar Sinha telah menyinggung perempuan di mana pun. "Ini sungguh memuakkan bahwa seorang pria yang bertanggung jawab atas sejumlah penyelidikan kasus pemerkosaan harus menggunakan analogi seperti itu," kata Karat kepada wartawan. "Dia harus dituntut karena telah merendahkan dan menghina perempuan."

Serangan terhadap seorang perempuan muda di New Delhi pada Desember lalu menyebabkan kemarahan nasional dan memaksa pemerintah mengubah undang-undang tentang pemerkosaan dan menciptakan pengadilan jalur cepat untuk kasus-kasus perkosaan. Undang-undang baru yang diperkenalkan setelah serangan itu menjadikan tindakan menguntit, mengintip, dan melakukan pelecehan seksual sebagai kejahatan. Undang-undang itu juga memungkinkan hukuman mati bagi orang yang melakukan pelanggar berulang atau melakukan pemerkosaan yang menyebabkan kematian korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.