Kompas.com - 13/11/2013, 07:37 WIB
EditorEgidius Patnistik
BRUSSELS, KOMPAS.COM - Anggaran Uni Eropa sebesar 182 miliar dollar AS akan dialokasikan untuk berbagai sektor. Namun, salah satu fokus utama alokasi anggaran itu untuk mengatasi pengangguran yang meningkat di kalangan kaum muda di negara-negara anggotanya. Anggaran ini akan dialokasikan selama periode 2014-2020 di 28 negara anggota UE.

Demikian kesepakatan yang dicapai para eksekutif pemerintahan Eropa dalam pertemuan di Brussels, Belgia, yang berlangsung sejak Senin dan berakhir Selasa (12/11).

Tidak dijelaskan bagaimana cara alokasi anggaran tersebut dilakukan. Akan tetapi, Kanselir Jerman Angela Merkel pernah menegaskan bahwa peningkatan pengangguran di kalangan kaum muda merupakan sebuah sinyal yang berbahaya bagi kawasan.

Hal itu disebabkan kaum muda pemilik usia produktif, dan jika tidak memiliki kegiatan produktif bisa menjadi penyakit sosial.

Pengangguran di Uni Eropa (UE) mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan angka di atas 10 persen. Hal ini terjadi akibat penurunan aktivitas ekonomi dan juga kekalahan produk-produk UE bersaing di pasar internasional.

Total anggaran tersebut turun 6 persen dari anggaran periode sebelumnya. ”Saya senang karena kesepakatan bisa dicapai untuk anggaran yang akan diprioritaskan untuk mendorong pertumbuhan, lapangan kerja, inovasi, dan bantuan kemanusiaan,” kata Algimantas Rimkunas,
Wakil Menteri Keuangan Lituania, negara yang sedang mendapatkan giliran sebagai Presiden UE.
Pertemuan maraton

Kesepakatan tentang anggaran itu dicapai setelah pertemuan maraton selama 16 jam, termasuk pembahasan dana sebesar 3,9 miliar euro untuk program pendukung penciptaan lapangan kerja dan biaya pelatihan kewirausahaan bagi 19 juta angkatan muda UE yang kini sedang menganggur.

Dana tersebut dianggap tidak memadai karena dibutuhkan sekitar 200 euro untuk setiap pemuda yang menganggur.

Mayoritas atau sekitar sepertiga dari anggaran itu akan dialokasikan lewat subsidi sektor pertanian dan berbagai proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan, di negara-negara termiskin UE.

Anggaran itu masih harus diteken semua pemerintahan UE dan parlemen UE.

UE kini masih berjuang untuk memulihkan ekonomi dari krisis global yang melanda sejak 2009. Kawasan ini tampak sulit keluar dari resesi karena kehilangan kepercayaan dari para investor yang tidak lagi rela memasok utang baru bagi negara-negara anggota UE guna mendukung anggaran pemerintah.

Utang-utang di UE rata-rata sudah berada di atas ambang batas aman, yakni maksimal 60 persen dari produk domestik bruto (PDB) masing-masing.

Penduduk UE yang menua juga menyebabkan anjloknya produktivitas.

Di sisi lain, UE juga sedang dihadapkan pada masalah kerusakan sistem perbankan akibat banyaknya bank yang terjebak kredit macet. Hal itu menyebabkan lumpuhnya perbankan dalam menjalankan peran intermediasi keuangan. (AP/AFP/REUTERS/MON)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Dilema Karbon
Dilema Karbon
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.