Kompas.com - 11/11/2013, 21:27 WIB
Seorang prajurit Afganistan berjaga dengan senjata beratnya di kawasan pegunungan di luar ibu kota Kabul. AFPSeorang prajurit Afganistan berjaga dengan senjata beratnya di kawasan pegunungan di luar ibu kota Kabul.
EditorErvan Hardoko
KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban, Senin (11/11/2013), memperingatkan sidang ketua suku yang akan datang agar tidak mengesahkan perjanjian yang memungkinan penempatan pasukan AS di Afganistan setelah 2014.

Taliban mengancam jika kesepakatan penempatan tentara AS disahkan, maka anggota dewan tetua suku akan dihukum karena melakukan pengkhianatan.

"Emirat Islam Afganistan memperingatkan para peserta sidang jika mereka mengesahkan dokumen itu, maka kami akan menganggap semua peserta sidang sebagai pengkhianat dan akan mengincar satu persatu dari mereka," demikian pernyataan Taliban.

Sebanyak 2.500 ketua suku dan pemimpin sipil diharapkan ambil bagian dalam sidang yang dikenal dengan nama "Loya Jirga". Sidang ini akan memutuskan nasib kesepakatan keamanan bilateral antara Afganistan dan AS.

Sebenarnya pembicaraan soal kerja sama yang salah satu isinya adalah soal penempatan pasukan AS di Afganistan pasca 2014 yang dibicarakan antara Presiden Hamid Karzai dan Menlu AS John Kerry di Kabul bulan lalu.

Namun, Kerry meninggalkan Kabul tanpa kesepakatan sebab Presiden Karzai mengatakan hanya sidang ketua suku atau jirga yang berwenang mengesahkan isu semacam itu.

Salah satu isu yang mengganjal adalah keinginan AS untuk tetap memiliki yurisdiksi legal terhadap para prajuritnya di Afganistan, yang membuat mereka kebal terhadap undang-undang Afganistan.

Jika rancangan dokumen kerja sama itu disepakati peserta sidang jirga yang dijadwalkan menggelar sidan g antara 19-21 November, maka rancangan kesepakatan itu akan diajukan ke parlemen.

Jika dokumen itu kemudian disahkan parlemen dan jirga, maka sebanyak 5.000-10.000 personel pasukan AS akan tetap tinggal di Afganistan membantu negeri itu memerangi Al-Qaeda dan melatih tentara nasional Afganistan.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X