Kompas.com - 10/11/2013, 01:48 WIB
Seorang ibu menangisi jasad anaknya yang tewas akibat topan Haiyan yang menghantam kota Tacloban, Filipina, sejak Jumat (8/11/2013). Dikhawatirkan topan ini menewaskan sedikitnya 1.200 warga kota itu. NOEL CELIS / AFPSeorang ibu menangisi jasad anaknya yang tewas akibat topan Haiyan yang menghantam kota Tacloban, Filipina, sejak Jumat (8/11/2013). Dikhawatirkan topan ini menewaskan sedikitnya 1.200 warga kota itu.
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com - Salah satu topan terkuat yang menghantam Filipina, topan Haiyan, dikhawatirkan menewaskan sedikitnya 1.200 orang. Demikian palang merah setempat mengatakan, Sabtu (9/11/2013), saat tim penyelamat mencapai sebuah kota yang hancur seperti dihantam tsunami.

Super topan Haiyan yang menghantam Filipina pada Jumat (8/11) berkecepatan 315 kilometer per jam. Angin secepat itu menghasilkan ombak setinggi tiga meter yang menyapu kota-kota pesisir bahkan hingga ke pedalaman.

"Sekitar satu kilometer ke pedalaman, semuanya hancur. Semua rumah hancur," kata Menteri Dalam Negeri Filipina Mar Roxas usai mengunjunig sejumlah kota pesisir di pulau Leyte, salah satu provinsi yang paling parah diterjang Haiyan.

Sekretaris Jenderal Palang Merah Filipina Gwendolyn Pang memperkirakan 1.200 orang tewas akibat bencana itu. Sementara seorang pejabat PBB menggambarkan Leyte hancur lebur dilumat Haiyan.

"Kerusakannya sangat masif. Puluhan mobil terlempar ke berbagai arah dan jalanan kota dipenuhi puing," kata Sebastian Rhodes Stampa, kepala Kordinasi Penanggulangan Bencana PBB.

"Terakhir kali saya melihat skala kehancuran seperti ini adalah pada bencana tsunami 2004," ujar Stampa merujuk bencana yang menewaskan 220.000 orang itu.

Stampa membuat pernyataannya setelah mengunjungi Tacloban, ibu kota provinsi Leyte berpenduduk 220.000 orang yang luluh lantak dihancurkan badai. Di sekitar bandara Tacloban, terlihat 100 jenazah bergelimpangan. Demikian keterangan manajer bandara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah seorang pendudukn Tacloban, Dominador Gullena, mengatakan dia berhasil lolos dari maut namun seluruh tetangganya hilang.

"Keluarga saya sudah mengungsi. Saya kira semua tetangga melakukan hal yang sama, tapi ternyata tidak," kata Gullena.

Sementara itu, militer, pekerja pemerintah dan organisasi non-pemerintah berjuang keras untuk mencapai lokasi bencana dan mengirimkan bantuan untuk para korban. Sebanyak 15.000 prajurit dikirim ke lokasi bencana untuk membantu upaya penyelamatan korban. Demikian juru bicara militer  Letnan Kolonel Ramon Zagala.

"Helikopter membawa tim penyelamat ke lokasi prioritas, sementara pasukan infantri dikerahkan ke lokasi bencana dengan berjalan kaki atau menggunakan truk militer," tambah Zagala.

Setiap tahun, sekitar 20 angin topan, beberapa di antaranya sangat mematikan, menghantam Filipina dari arah Samudera Pasifik. Pada 2012, topan terkuat yang menghantam Filipina adalah Bopha yang mengakibatkan tak kurang dari 2.000 orang tewas atau hilang di pulau Mindanao.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.