Kompas.com - 08/11/2013, 21:06 WIB
Ilustrasi pernikahan gay. www.theblaze.comIlustrasi pernikahan gay.
EditorErvan Hardoko
ZAGREB, KOMPAS.com — Parlemen Kroasia, Jumat (8/11/2013), setelah melakukan pemungutan suara memutuskan pada 1 Desember mendatang akan menggelar referendum untuk melarang pernikahan sesama jenis di negeri yang mayoritas penduduknya memeluk agama Katolik itu.

Referendum untuk menegaskan definisi pernikahan adalah "persatuan antara pria dan wanita" ini dilakukan setelah sebuah petisi yang diluncurkan sebuah kelompok konservatif mendapat dukungan 700.000 tanda tangan dari seluruh negeri.

Sejauh ini dalam undang-undang negeri yang baru masuk Uni Eropa itu tidak dijelaskan dengan pasti definisi sebuah pernikahan. Jumlah orang yang menandatangani petisi itu jauh lebih tinggi dari syarat minimal yang disebutkan undang-undang untuk menggelar sebuah referendum.

Dari pemungutan suara yang dilakukan anggota parlemen, maka 104 suara mendukung referendum, hanya 13 yang menolak dan sisanya abstain.

Kroasia tidak mengakui pernikahan sesama jenis kelamin, tetapi kelompok konservatif khawatir karena pemerintah yang berhaluan kiri-tengah menyatakan sedang mempersiapkan undang-undang yang memungkinkan kaum gay dan lesbian mendaftarkan pernikahan mereka.

Zeljko Renner, anggota parlemen dari partai konservatif HDZ, menekankan bahwa Kroasia adalah sebuah masyarakat tradisional sehingga undang-undang yang tak mengakui pernikahan sesama jenis kelamin tidak bisa dianggap diskriminatif.

Namun, aktivis hak-hak kaum homoseksual menolak hal seperti ini dimintakan persetujuan warga lewat referendum karena bernuansa diskriminatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah isu hak asasi manusia dan tak bisa dibawa ke dalam sebuah referendum," ujar aktivis hak-hak kelompok homoseksual, Sanja Juras.

Referendum ini akan menjadi referendum pertama yang merupakan inisiatif rakyat sejak negeri itu memisahkan diri dari Yugoslavia pada 1991.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.