Indonesia Pulangkan WNI Ilegal dari Saudi

Kompas.com - 08/11/2013, 08:05 WIB
Seorang perempuan Arab Saudi melintasi seorang pekerja asing di pintu masuk sebuah mal di Riyadh, Kamis (7/11). Pemerintah Arab Saudi mulai memulangkan ribuan pekerja asing ilegal yang kebanyakan mengisi pasar pekerja kasar. AFP/FAYEZ NURELDINESeorang perempuan Arab Saudi melintasi seorang pekerja asing di pintu masuk sebuah mal di Riyadh, Kamis (7/11). Pemerintah Arab Saudi mulai memulangkan ribuan pekerja asing ilegal yang kebanyakan mengisi pasar pekerja kasar.
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.COM - Pemerintah Indonesia memulangkan 497 warga negara Indonesia dari total puluhan ribu yang tidak memiliki izin tinggal di Arab Saudi. Kebijakan ini diambil meski sesungguhnya deportasi adalah tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi.

Ratusan WNI yang akan dipulangkan pemerintah itu adalah kelompok rentan (lanjut usia, ibu hamil, dan anak di bawah lima tahun) serta WNI yang sakit.

”Rencananya, Sabtu (9/11), pesawat Garuda akan memulangkan mereka ke Tanah Air,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Budi Utama Razak yang saat dihubungi, Kamis, sedang berada di Arab Saudi.

Kebijakan pemulangan dengan dana Kementerian Luar Negeri diambil atas instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Instruksi dikeluarkan setelah menerima laporan dari perwakilan Indonesia dan Tim Perbantuan Teknis di Arab Saudi soal banyaknya kelompok rentan dan sakit di antara WNI ilegal yang menanti dipulangkan. Padahal, menunggu deportasi oleh Arab Saudi diperkirakan bakal memakan waktu lama.

”Sesuai hukum internasional, deportasi seharusnya menjadi tanggung jawab negara tempat warga ilegal itu berada, dalam hal ini Arab Saudi,” katanya.

”Namun, menunggu deportasi oleh Arab Saudi akan makan waktu lama. Pertama, karena penerbangan hingga akhir November masih penuh untuk pemulangan jemaah haji. Kedua, selain WNI, ada puluhan ribu warga negara asing lain yang menjadi tanggung jawab Arab Saudi untuk dideportasi,” ucapnya.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di Bali, membenarkan rencana pemulangan kelompok rentan tersebut dengan dana Kementerian Luar Negeri.
Situasi darurat

Penggunaan dana itu, dia menekankan, akan dikawal oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ”Ini situasi darurat, BPK juga akan mengawal,” katanya.

Pemulangan kelompok rentan dan warga sakit itu sekaligus menjadi pemulangan pertama WNI ilegal di Arab Saudi pascamasa amnesti atau pemutihan bagi warga negara asing di Arab Saudi yang tidak memiliki izin tinggal berakhir, 3 November.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X