Kompas.com - 07/11/2013, 16:33 WIB
Ribuan orang memadati jalan-jalan utama di ibu kota Thailand, Bangkok, Senin (4/11/2013), memprotes Undang-undang Amnesti yang disahkan pemerintah. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPRibuan orang memadati jalan-jalan utama di ibu kota Thailand, Bangkok, Senin (4/11/2013), memprotes Undang-undang Amnesti yang disahkan pemerintah.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Bangkok makin ramai oleh unjuk rasa terkait undang-undang amnesti pemerintah Thailand. Sempat jeda berdemo sejak tadi siang, Kamis (7/11/2013), para penentang undang-undang itu bersiap kembali berdemonstrasi sore ini. Laman Bangkok Postmenulis kalau unjuk rasa sore dimulai sekitar pukul 17.00.


Para pengunjuk rasa saat ini mulai berkumpul lagi di kawasan Asoke. Rencananya, para pendemo akan memenuhi persimpangan Ratchaprasong.

Sebelumnya, beberapa waktu mendekati jam makan siang, Klub Pebisnis untuk Demokrasi menggelar unjuk rasa di kawasan stasiun BTS Asoke. Unjuk rasa itu kelar sekitar pukul 13.30 waktu Bangkok.

Sementara, tepat pada pukul 12.34 tadi, pengunjuk rasa di kawasan bisnis Bangkok meniup peluit selama semenit. "Kami mengingatkan masyarakat untuk menentang undang-undang amnesti,"kata pihak pengunjuk rasa tersebut.

Sebelum membubarkan diri, pengunjuk rasa menyanyikan lagu kebangsaan Thailand. "Sore ini, kami berkumpul lagi untuk berunjuk rasa,"demikian pesan  Klub Pebisnis untuk Demokrasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X