Kompas.com - 06/11/2013, 17:52 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Kondisi politik di Thailand bakal makin memanas. Pemicunya memang masih di seputaran beleid baru ihwal amnesti.

Pemerintah, sebagaimana warta laman Bangkok Post, Rabu (6/11/2013), ingin agar undang-undang itu menjadi pemersatu bagi seluruh rakyat Negeri Gajah Putih terkait pelengseran mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra pada 2006 silam.

Sementara itu, pihak penentang berpandangan kalau peresmian undang-undang itu justru akan melegalisasikan kembalinya Thaksin dari luar negeri, tempat tinggal sementaranya, kini.

Alhasil, ruwet ihwal peraturan ini membuat unjuk rasa, khususnya di Bangkok, meruyak. Muncul kekhawatiran, demonstrasi bakal berujung kekerasan meluas.

Berangkat dari pertimbangan itu, sembilan negara, kata Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul, sudah mengeluarkan peringatan perjalanan alias travel warning. Maka, untuk sementara waktu, Thailand menjadi "terlarang" untuk dikunjungi.

Catatan Tovichakchaikul menunjukkan sembilan negara tersebut adalah Kanada, Brasil, Israel, Jepang, Inggris, Perancis, Austria, Swedia, dan Taiwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.