Mantan Tahanan Guantanamo Ajukan Banding

Kompas.com - 06/11/2013, 16:47 WIB
David Hicks yang pernah dijuluki Taliban Australia tengah memberikan keterangan pers didampingi pengacaranya soal langkah hukum yang diambilnya yaitu banding atas vonis lima tahun penjara yang membuatnya harus mendekap di penjara Guantanamo, Kuba. SAEED KHAN / AFPDavid Hicks yang pernah dijuluki Taliban Australia tengah memberikan keterangan pers didampingi pengacaranya soal langkah hukum yang diambilnya yaitu banding atas vonis lima tahun penjara yang membuatnya harus mendekap di penjara Guantanamo, Kuba.
EditorErvan Hardoko

MELBOURNE, KOMPAS.com — Seorang pria Australia yang ditahan di Teluk Guantanamo selama lima tahun sebelum mengakui dakwaan terorisme mengajukan banding atas vonisnya.

David Hicks akhirnya mengaku bersalah memberikan dukungan materiil untuk kegiatan terorisme pada tahun 2007 dengan imbalan dia dipulangkan ke Australia dan belakangan dibebaskan.

Lewat tim pengacara di Amerika Serikat, Hicks mengajukan banding untuk mengubah keputusan bersalah itu. Mereka mengajukan alasan bahwa keputusan dalam kasus lain yang serupa juga harus diterapkan kepada Hicks.

Selain itu, tim pengacara juga menegaskan bahwa vonis bersalah sebagai salah satu cara baginya untuk mendapat kebebasan. Yang dimaksud oleh tim pengacara itu adalah keputusan untuk mantan sopir dan pengawal Osama bin Laden, Salim Hamdan.

Pengadilan banding tahun lalu memutuskan bahwa memberi dukungan materi tidak diakui sebagai kejahatan perang ketika Hamdan berada di Afganistan.

Tidak punya pilihan

Hamdan dan Hicks sama-sama dituntut dengan undang-undang tahun 2006 yang diberlakukan mundur, yang belakangan diputuskan pengadilan tidak bisa diberlakukan.

"Bertahun-tahun setelah Hicks dinyatakan bersalah dan menjalani hukumannya, pengadilan federal menyimpulkan bahwa proses yang membuat dia bersalah tidak sesuai hukum," tutur Wells Dixon dari Pusat Hak-hak Konstitusi yang mewakili Hicks.

Dia kembali menegaskan bahwa Hicks akhirnya mengaku bersalah sebagai satu-satunya pilihan.

"Dia sama sekali tidak punya pilihan dalam situasi itu. Apakah mengaku bersalah atau mengikuti rencananya untuk bunuh diri."

Banding diajukan Selasa (5/11/2013) waktu Amerika Serikat ke Komisi Pengkajian Pengadilan Militer AS. David Hicks —yang menjadi mualaf dan belakangan meninggalkan Islam itu— ditangkap ketika bersama Taliban di Afganistan tahun 2001.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X