Kompas.com - 06/11/2013, 07:38 WIB
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.COM - Ribuan warga negara Indonesia di Arab Saudi menjadi korban penipuan menjelang berakhirnya kebijakan amnesti atau pemutihan bagi warga negara asing di Arab Saudi yang tak memiliki izin tinggal. Sebagian penipuan dilakukan oleh sesama WNI, tetapi ada pula yang diduga dilakukan perusahaan di Arab Saudi.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Tatang Budi Utama Razak yang sedang berada di Arab Saudi mengungkapkan hal ini saat dihubungi Kompas, Selasa (5/11).

”Banyak dari WNI itu lugu, buta huruf sehingga mereka mudah ditipu,” kata pria yang juga menjabat Ketua Tim Perbantuan Teknis di Arab Saudi ini.

Bentuk penipuan itu, antara lain, menawarkan jasa membantu pengurusan dokumen surat perjalanan laksana paspor (SPLP) oleh sesama WNI yang menghabiskan biaya berkali-kali lipat dari seharusnya.

Penipuan juga diduga dilakukan perusahaan di Jeddah yang berjanji mencarikan pekerjaan baru bagi sekitar 2.000 WNI dengan tarif tertentu. Namun, hingga amnesti berakhir, perusahaan tidak memenuhi janjinya, bahkan SPLP para WNI yang telah diminta perusahaan itu tak dikembalikan.

Proses pemulangan

Tak hanya itu, pada tenggat amnesti yang diberikan Pemerintah Arab Saudi, 3 November lalu, sekitar 500 WNI yang tak memiliki izin tinggal tiba-tiba berdatangan ke Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah. Mereka datang dari sejumlah tempat yang jauh dari Jeddah, mengaku diminta datang oleh staf KJRI untuk proses pemulangan ke Tanah Air.

Namun, hal ini dibantah KJRI. KJRI menyatakan sudah berulang kali menyampaikan agar warga yang tak memiliki izin tinggal saat masa amnesti berakhir tetap bertahan di tempat tinggal masing-masing.

Akhirnya, setelah Tim Perbantuan Teknis dan KJRI berkoordinasi dengan kepolisian dan imigrasi Arab Saudi, para WNI yang jumlahnya mencapai ribuan orang itu ditempatkan di tempat penampungan imigrasi Tarhil Shumaysi.

Tempat yang berlokasi sekitar 45 kilometer dari Jeddah itu difokuskan untuk menampung seluruh warga negara asing di Arab Saudi, termasuk WNI, yang tak memiliki izin tinggal pasca-berakhirnya masa amnesti.

”Saat ini sudah ada 6.062 WNI di Shumaysi. Sejauh ini, saya melihat WNI yang tidak memiliki izin tinggal tidak ada yang dipenjara atau didenda, semuanya dibawa ke Shumaysi sambil menunggu deportasi,” kata Tatang.

Ribuan orang itu bagian dari 71.429 WNI di Arab Saudi yang bakal dideportasi. Hingga masa amnesti berakhir, mereka tak bisa memperoleh izin bekerja kembali di Arab Saudi atau izin keluar (exit permit) untuk kembali ke Indonesia.

Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, deportasi puluhan ribu WNI itu menjadi beban Arab Saudi sesuai hukum internasional.

Di luar yang dideportasi, ada 17.306 WNI yang memperoleh izin bekerja kembali. Sebanyak 6.257 orang mendapat izin keluar dan 6.075 orang sudah kembali ke Indonesia. (APA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.