Kompas.com - 05/11/2013, 21:04 WIB
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com - Warga sebuah desa terpencil di negara bagian Bihar tak kuasa menahan amarah saat mereka menangkap seorang pencuri sapi.

Warga desa kemudian menghukum pencuri sapi itu dengan menyuntikkan cairan asam ke mata si pencuri yang mengakibatkan kebutaan.

Tersangka pencuri itu kini buta total setelah sebelah matanya buta akibat kecelakaan yang menimpanya sekitar lima tahun lalu.

Menurut sejumlah laporan, Mohammad Shahid (46) warga desa Balchanda-Haripur terlibat membobol kandang sapi milik warga desa lainnyta, Gosai Mandal.

Saat Shahid melepas ikatan sapi itu dan berusaha kabur, pemilik sapi terbangun dan berteriak-teriak meminta bantuan warga.

Mendengar teriakan Gosai Mandal itu, warga desa terbangin dan mengejar Shahid. Warga desa lalu menemukan Shahid bersama sapi milik Gosai Mandal.

Melihat itu, warga desa tanpa banyak bertanya langsung menghakimi Shahid dan puncaknya warga menyuntikkan cairan asam ke bola mata kanan Shahid.

Setelah dihakimi, warga menyerahkan Shahid ke kepolisian setempat yang kemudian membawa pria itu ke sebuah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Namun, dokter di rumah sakit pemerintah di Bihar itu mengatakan peluang Shahid untuk bisa melihat lagi sangat kecil.

Kepala kepolisian setempat Vivekanand Singh mengatakan, kini petugas kepolisian sedang menyelidiki warga desa yang dinilai melakukan tindakan kejam terhadap tersangka pencuri sapi itu.

"Di masa lalu tersangka pernah dihukum karena kejahatan yang sama. Namun, dipenjara tak membuatnya jera melakukan pencurian," kata Singh.

Kasus ini mengingatkan kejadian serupa pada 1980-an di Bhagalpur. Ketika polisi membutakan mata sebanyak 31 tahanan yang sudah menerima vonis atau sedang menjalani sidang dengan cara meneteskan cairan asam ke mata mereka.

Kasus itu kemudian menjadi bagian dari sejarah India, sebab untuk pertama kalinya Mahkamah Agung India memerintahkan negara memberi ganti rugi kepada para terpidana yang dibutakan itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.