Kompas.com - 05/11/2013, 16:40 WIB
Ribuan prajurit kesatuan Bangladesh Rifle (BDR) pernah memberontak pada 2009 lalu yang menewaskan 57 orang perwira. Pemberontakan itu dipicu perbedaan gaji mencolok antara prajurit dan para perwira. www.lightstalkers.orgRibuan prajurit kesatuan Bangladesh Rifle (BDR) pernah memberontak pada 2009 lalu yang menewaskan 57 orang perwira. Pemberontakan itu dipicu perbedaan gaji mencolok antara prajurit dan para perwira.
EditorErvan Hardoko
DHAKA, KOMPAS.com — Pengadilan Banglades, Selasa (5/11/2013), menjatuhkan hukuman mati untuk 150 orang prajurit dan memenjarakan ratusan lainnya terkait pemberontakan pada 2009 yang menyebabkan sejumlah perwira militer tewas dibunuh.

Sebanyak 832 prajurit didakwa melakukan pemberontakan yang menewaskan 74 orang termasuk sejumlah perwira. Mereka disiksa sebelum dibunuh atau dibakar hidup-hidup. Jasad mereka kemudian dibuang ke saluran pembuangan air atau dikubur sekadarnya.

Pemberontakan itu dipicu karena gaji rendah dan kodisi kerja buruk yang dialami para prajurit kesatuan Bangladesh Rifle (BDR) yang bertugas menjaga perbatasan negara.

"Sedikitnya 150 prajurit BDR dijatuhi hukuman mati karena membunuh sejumlah perwira," kata jaksa penuntut Baharul Islam kepada wartawan di luar pengadilan di Dhaka.

Sementara sekitar 400 orang prajurit lainnya dipenjara antara beberapa tahun hingga seumur hidup, sedangkan sisa 270 prajurit lainnya dibebaskan.

"Kejahatan mereka begitu kejam bahkan jenazahpun tak mendapatkan hak mereka," kata hakim Mohammad Akhtaruzzaman saat membacakan amar putusan.

Ke-823 prajurit itu didakwa melakukan pembunuhan, penyiksaan, konspirasi, dan kejahatan lain terkait pemberontakan selama 30 jam yang dimulai di markas besar BDR di Dhaka dan menyebar ke seluruh negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak 6.000 prajurit sudah disidangkan dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan khusus terkait peristiwa yang menewaskan 57 orang perwira militer itu.

Hasil penyelidikan menunjukkan, perbedaan gaji yang mencolok antara para prajurit dan perwira menjadi penyebab utama pemberontakan itu.

Oleh karena itu, selain menjatuhkan vonis, hakim juga menyatakan pemerintah harus memberikan gaji lebih baik dan sejumlah kemudahan untuk para prajurit untuk menghindari ketidakpuasan di kalangan militer.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.