Kompas.com - 05/11/2013, 15:01 WIB
Anggota parlemen Lee Seok-ki yang dituduh hendak menggulingkan pemerintahan Korea Selatan. Yonhap NewsAnggota parlemen Lee Seok-ki yang dituduh hendak menggulingkan pemerintahan Korea Selatan.
EditorErvan Hardoko
SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan, Selasa (4/11/2013), mengirimkan petisi ke Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan partai politik berhaluan kiri yang dianggap pro-Korea Utara.

"Kabinet memutuskan bahwa Partai Persatuan Progresif (UPP) bertujuan untuk melawan aturan demokrasi dasar dari konstitusi," kata Menteri Kehakiman Hwang Kyo-ahn.

Pemungutan suara kabinet Korsel ini dilakukan beberapa bulan setelah sejumlah anggota UPP termasuk anggota parlemen Lee Seok-ki ditahan dengan tuduhan merencanakan kudeta dan mendukung Korut.

Menteri Hwang menambahkan Lee memimpin kelompok yang menjadi inti UPP dan mengikuti strategi Korea Utara untuk merevolusi Korea Selatan.

Partai oposisi utama Korea Selatan, Partai Demokrat, yang menyetujui penahanan Lee, menggambarkan langkah untuk membubarkan UPP sebagai sebuah langkah yang sangat disesalkan.

"Kami berharap tanggung jawab dan keputusan bijaksana Mahkamah Konstitusi, berdasarkan kewaspadaan sejarah," kata juru bicara Partai Demokrat, Kim Kwan-young.

Petisi untuk membubarkan UPP kabarnya disetujui Presiden Park Geun Hye yang saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Eropa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, UPP bereaksi dengan menyebut pemerintahan Park "berakrobat" menggunakan prinsip demokrasi.

UPP juga menduga langkah pemerintah itu adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari penyelidikan dugaan mata-mata domestik yang mengganggu pemilihan presiden Desember lalu.

"Langkah ini bukan hanya tekanan bagi UPP namun juga vandalisme terhadap demokrasi. Kematian rezim ini sudah tak terhindarkan," demikian pernyataan UPP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.