Kompas.com - 04/11/2013, 20:57 WIB
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Sejak Minggu (3/11/2013), masa amnesti bagi warga negara asing yang tinggal melebihi batas waktu (overstayers) di Arab Saudi berakhir. Dengan berakhirnya masa amnesti kedua ini, maka seluruh warga asing yang tidak memiliki dokumen tinggal yang masih berlaku harus segera meninggalkan Arab Saudi.

Hal yang sama juga berlaku untuk warga negara Indonesia yang berstatus overstayers. Ribuan WNI overstayers kini mulai memasuki penampungan imigrasi Arab Saudi. Pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah dan tim perbantuan teknis dari Jakarta berupaya keras mengatur pergeseran ribuan WNI yang terus berdatangan ke Jalan Falestin, Jeddah.

Mereka kemudian akan dibawa ke penampungan imigrasi Shumaysi yang terletak 45 km dari Jeddah ke arah kota Mekkah.

"Untuk memindahkan para WNI itu, KJRI Jeddah menyewa 40 buah bus dan menyediakan konsumsi di dalam bus tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Tatang Razak lewat surat elektronik yang diterima Kompas.com, Senin (4/11/2013).
 
Hingga pukul 13.15 waktu Jeddah, pihak KJRI telah diberangkatkan 30 bus 50 orang setiap bus.
Tatang menambahkan, sebagian para WNI overstayers mengaku-ngaku datang ke Jeddah lewat perantara dengan membayar sejumlah uang.  

"Sebagian besar para WNI overstayers ini sangat lugu dan mudah sekali dimanfaatkan pihak tertentu yang mencari keuntungan materi," ujar Tatang.

Untuk itu, lanjut Tatang, pemerintah mengimbau agar para WNI ovestayers hanya mengikuti informasi dari KJRI atau KBRI dan juga harus sangat berhati-hati. Apalagi, selama ini KJRI mendapat banyak laporan WNI yang tertipu oknum perantara menawarkan jasa dan mengaku sebagai staf KJRI.

Berdasarkan data dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, sejak amnesti itu diberlakukan, sebanyak 95.262 orang WNI telah mendapatkan dokumen yang dibutuhkan. Sebanyak 15.571 orang di antaranya telah mengurus perbaikan status untuk tetap bekerja di Arab Saudi.

Sementara itu, 6.035 orang lainnya telah mendapat exit permit untuk kembali ke Tanah Air. Namun dari jumlah itu, baru sekitar 5.973 orang yang sudah tiba di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.