Kelompok Garis Keras Iran Peringati Pengepungan Kedubes AS

Kompas.com - 04/11/2013, 20:23 WIB
Ribuan warga Iran membakar bendera Amerika Serikat di Teheran, Senin (4/11/2013), dalam peringatan pengepungan kedubes AS 1979. AFPRibuan warga Iran membakar bendera Amerika Serikat di Teheran, Senin (4/11/2013), dalam peringatan pengepungan kedubes AS 1979.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com - Kelompok garis keras Iran, Senin (4/11/2013), menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati penyanderaan kedutaan besar AS di Teheran pada 1979. Aksi ini menjadi sebuah rintangan signifikan bagi inisiatif diplomatik  Presiden Hassan Rohani yang berupaya menurunkan ketegangan dengan Washington DC.

Massa berkumpul di sekitar gedung kedutaan AS, yang kerap disebut sebagai sarang mata-mata itu. Ribuan orang itu membawa spanduk yang berisi kalimat-kalimat anti-AS, mengibarkan bendera Iran dan meneriakkan kecaman untuk AS.

Pengepungan dan penyanderaan kedutaan besar AS di Teheran dimulai ketika ribuan mahasiswa Iran menyerbu masuk ke dalam kedutaan dan menyandera 52 staf kedubes selama 444 hari. Sejak itu, hubungan diplomatik kedua negara terputus.

Aksi peringatan ini sebenarnya adalah sebuah kegiatan tahunan. Namun, tahun ini aksi tersebut bisa menimbulkan dampak signifikan karena upaya pemerintahan Rohani untuk memperbaiki hubungan dengan Barat terutama AS yang semakin buruk di dua masa jabatan Mahmoud Ahmadinejad.

Hassan Rohani yang terpilih pada Juni lalu, memiliki niat untuk memperbaiki hubungan diplomatik dan memulai kembali pembicaraan program nuklir Iran.

Sementara, harapan untuk perbaikan hubungan diplomatik dengan AS muncul setelah Rohani dan Presiden Barack Obama melakukan pembicaraan singkat lewat telepon setelah sama-sama menghadiri sidang umum PBB.

Langkah Rohani itu mendapat sambutan hangat dari banyak warga Iran namun mendapatkan sorotan penuh curiga dari kelompok garis keras Iran.

Pada Minggu (3/11), pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memberikan dukungan untuk para negosiator nuklir Iran. Dukungan ini seakan menjadi peringatan untuk kelompok garis keras yang menuding Rohani sudah berkompromi dengan musuh terbesar Iran.

"Tak seorangpun berhak menuduh para negosiator kita sebagai para kompromis. Mereka menjalani misi yang sulit dan tak seorangpun boleh melemahkan para pejabat yang tengah bekerja," ujar Khamenei.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X