Kompas.com - 04/11/2013, 18:35 WIB
Ribuan orang memadati jalan-jalan utama di ibu kota Thailand, Bangkok, Senin (4/11/2013), memprotes Undang-undang Amnesti yang disahkan pemerintah. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPRibuan orang memadati jalan-jalan utama di ibu kota Thailand, Bangkok, Senin (4/11/2013), memprotes Undang-undang Amnesti yang disahkan pemerintah.
EditorErvan Hardoko
BANGKOK, KOMPAS.com — Lebih dari 10.000 orang turun ke jalan-jalan kota Bangkok, Thailand, Senin (4/11/2013), memprotes undang-undang amnesti yang diterbitkan pemerintah.

Kelompok oposisi, yang menggelar aksi unjuk rasa ini, khawatir undang-undang baru ini akan memudahkan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra kembali ke Thailnad.

Para pengunjuk rasa melakukan aksi jalan kaki dari sebuah stasiun kereta api tempat mereka melakukan aksi sejak pekan lalu menuju ke Istana Raja.

"Hari ini adalah saatnya bersatu dan meminta semua orang yang mencintai negeri ini untuk melindungi bangsa," kata mantan wakil perdana menteri dan anggota parlemen oposisi, Suthep Thaugsuban.

Sekitar 1.000-an orang, termasuk para pegawai yang tengah istirahat siang, bergabung dengan unjuk rasa kedua menentang undang-undang amnesti di kawasan bisnis dan perbelanjaan Silom.

Thaksin Shinawatra, yang adalah taipan komunikasi, digulingkan dari jabatan perdana menteri oleh militer pada 2006. Meski demikian, Thaksin masih menjadi sosok berpengaruh, dan kini adiknya, Yingluck, menjadi perdana menteri Thailand.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X