Perbaiki Hubungan, John Kerry Kunjungi Arab Saudi

Kompas.com - 04/11/2013, 17:30 WIB
Menteri Luar Negeri AS John Kerry disambut Menlu Arab Saudi Pangeran Saud Al-Faisal bin Abdulaziz al-Saud saat tiba di Riyadh, Minggu (3/11/2013) malam. Kerry berada di Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan tentang kondisi politik kawasan sekaligus memperbaiki hubungan AS-Arab Saudi yang memburuk belakangan ini. JASON REED / POOL / AFPMenteri Luar Negeri AS John Kerry disambut Menlu Arab Saudi Pangeran Saud Al-Faisal bin Abdulaziz al-Saud saat tiba di Riyadh, Minggu (3/11/2013) malam. Kerry berada di Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan tentang kondisi politik kawasan sekaligus memperbaiki hubungan AS-Arab Saudi yang memburuk belakangan ini.
EditorErvan Hardoko

RIYADH, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Minggu (3/11/2013) malam, tiba di Arab Saudi dalam lawatannya ke Timur Tengah. Kunjungan ini dilihat sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan dengan sekutu lamanya yang belakangan terganggu akibat konflik di Suriah dan upaya Amerika Serikat mendekati Iran.

Sebelumnya, Kerry berkunjung ke Mesir, yang menjadi salah satu sumber ketegangan antara Arab Saudi dan AS dalam beberapa bulan belakangan. Washington membekukan bantuan tahunan sebesar 1,3 miliar dollar AS ke Mesir setelah presiden terpilih, Muhammad Mursi, digulingkan militer Mesir, Juli tahun ini.

Sementara Arab Saudi memberi dukungan kepada pemerintah sementara yang baru yang didukung militer. Sebelum Kerry tiba di Arab Saudi, dilaporkan bahwa Ketua Badan Intelijen Arab Saudi, Pangeran Bandar bin Sultan, mengatakan kepada para diplomat bahwa negaranya akan menempuh "perubahan besar" dalam hubungan dengan AS.

Arab Saudi disebutkan tidak senang dengan upaya perundingan damai Suriah yang bisa menciptakan pemerintahan yang didukung Iran di Damaskus. Pemerintah Riyadh juga prihatin dengan pendekatan Amerika Serikat-Iran sehubungan dengan program nuklir Iran.

Saat di Kairo sebelum terbang ke Riyadh, John Kerry, menegaskan bahwa dia tidak akan membiarkan negara-negara, seperti Arab Saudi, Jordania, dan Mesir "diserang dari luar". Pernyataan itu dilihat oleh beberapa pihak sebagai rujukan atas "serangan" Iran. Dia juga menegaskan perlunya Mesir bergerak menuju demokrasi.

"Sejarah membuktikan demokrasi lebih stabil, dapat berjalan terus, dan lebih makmur dibanding pilihan lain," tuturnya dalam konferensi pers

"Dengan stabilitas, akan datang pariwisata dan investasi, dan dengan keduanya akan datang lapangan kerja."

Kunjungan Kerry ke Kairo tidak diungkapkan oleh para pejabat AS sampai dia tiba di negara itu dengan alasan keamanan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X