Musharraf Bebas Bersyarat dalam Kasus Penyerbuan Masjid Merah

Kompas.com - 04/11/2013, 16:49 WIB
Mantan pemimpin Pakistan, Pervez Musharraf. AP PhotoMantan pemimpin Pakistan, Pervez Musharraf.
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com — Sebuah pengadilan Pakistan, Senin (4/11/2013), setuju untuk menetapkan jaminan untuk mantan penguasa Pakistan Jenderal Pervez Musharraf terkait kasus penyerbuan maut di sebuah masjid di Islamabad pada 2007 lalu.

Kasus yang dimaksud adalah penyerbuan Masjid Merah Islamabad pada 2007 yang berujung pada penahanan Musharraf bulan lalu. 

Dia ditahan hanya sehari setelah pengadilan memberikan status bebas bersyarat atas tiga kasus besar lainnya semasa Musharraf berkuasa pada 1999-2008.

Salah satu kasus besar yang membelit Musharraf adalah kasus terkait pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto.

Hakim Wajid Ali menyetujui jaminan sebesar 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 20 juta agar mantan pemimpin berusia 70 tahun itu tak perlu mendekam di dalam tahanan.

Meski dengan jaminan itu Musharraf tak perlu mendekam dalam tahanan, dia tetap berada di bawah penjagaan ketat di vilanya di pinggiran Islamabad, tempatnya menjalani tahanan rumah sejak April lalu karena ancaman pembunuhan.

Mantan anggota pasukan khusus Pakistan itu kembali ke negerinya Maret lalu untuk ikut bertarung dalam pemilihan umum. Dalam kampanyenya dia berjanji untuk menyelamatkan Pakistan dari keruntuhan ekonomi dan masalah militansi.

Namun, panitia pemilihan umum Pakistan melarang Musharraf mengikuti pemilu yang akhirnya dimenangkan dengan mutlak oleh Nawaz Sharif, orang yang digulingkan Musharraf pada 1999.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X