Kompas.com - 01/11/2013, 08:50 WIB
Gedung Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2004). KOMPAS/AGUS SUSANTOGedung Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2004).
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.COM - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia meminta Duta Besar Australia untuk datang pada Jumat (1/11). Dubes Australia akan dimintai keterangan resmi seputar pemberitaan tentang operasi penyadapan di Kedubes Australia di Jakarta.

Ini adalah buntut pemberitaan harian Australia, Sydney Morning Herald (SMH), pada 31 Oktober 2013 tentang keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedubes Australia di Jakarta dan negara-negara lain di kawasan.

Dalam siaran pers yang dirilis Kamis (31/10), Kemlu RI menyatakan, sebagai negara tetangga dan bersahabat, tindakan seperti yang diberitakan sama sekali tidak mencerminkan semangat hubungan bersahabat yang selama ini terjalin. Tindakan ini pun merupakan sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima Pemerintah Indonesia.

Ray Marcelo, Counsellor Bidang Public Affairs Kedubes Australia di Jakarta, mengatakan, ”Sudah menjadi kebiasaan lama bahwa kami tidak memberi komentar atas masalah intelijen.”

Di Bali, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan, pihaknya akan mendalami informasi mengenai keberadaan alat penyadapan di Kedubes Amerika Serikat (AS) di Jakarta.

”Jika informasi itu benar, kami akan meminta Kementerian Luar Negeri untuk bertindak lebih lanjut,” kata Marciano

BIN, kata Marciano, meminta Kedubes AS memberikan klarifikasi mengenai hal itu. BIN juga sedang mengumpulkan bukti-bukti mengenai keberadaan alat penyadap dan kemungkinan dilakukannya penyadapan oleh intelijen asing di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tentang hal ini, Atase Pers Kedubes AS di Jakarta Troy Pederson mengatakan, Charge d’Affaires Kedubes AS Kristen Bauer telah berbicara dengan Menlu RI Marty Natalegawa mengenai hal ini. ”Kami akan terus membicarakan isu-isu ini melalui saluran diplomatik dengan mitra dan sekutu kami.”

Masih seputar buntut pemberitaan harian SMH, China menuntut penjelasan AS. Menurut laporan SMH, kedubes-kedubes Australia, termasuk yang di Beijing, dipakai sebagai bagian dari operasi memata-matai yang dipimpin AS.

Pengumpulan sinyal-sinyal intelijen itu, menurut SMH, terjadi di kedubes-kedubes Australia di Jakarta, Bangkok, Hanoi, Beijing, dan Dili. Demikian pula dengan komisi tinggi (kedubes) di Kuala Lumpur dan Port Moresby.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.