Anggota Parlemen Perempuan Turki Berjilbab Dalam Sidang

Kompas.com - 31/10/2013, 21:25 WIB
Anggota parlemen Turki dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Nurcan Dalbudak mendapat sambutan hangat dari rekan-rekannya sesama politisi di gedung parlemen Turki, Kamis (30/10/2013). Ini adalah pertama kalinya sejumlah anggota parlemen Turki diperkenankan mengenakan jilbab di dalam sebuah sesi sidang. ADEM ALTAN / AFPAnggota parlemen Turki dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Nurcan Dalbudak mendapat sambutan hangat dari rekan-rekannya sesama politisi di gedung parlemen Turki, Kamis (30/10/2013). Ini adalah pertama kalinya sejumlah anggota parlemen Turki diperkenankan mengenakan jilbab di dalam sebuah sesi sidang.
EditorErvan Hardoko
ANKARA, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya setelah lebih dari satu dekade, empat anggota parlemen Turki yang berasal dari partai pendukung pemerintah menghadiri sidang parlemen dengan mengenakan jilbab.

Aksi keempat anggota parlemen perempuan ini memupus tabu selama puluhan tahun yang melarang perempuan mengenakan pakaian muslim di instansi publik, seperti gedung parlemen.

Pada 30 September lalu, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki mencabut larangan penggunaan jilbab atau hijab di institusi-institusi publik negeri itu.

Pecabutan larangan itu diklaim Pemerintah Turki merupakan bagian dari reformasi untuk meningkatkan kehidupan demokrasi dan kebebasan warga negeri itu.

Namun, para hakim, jaksa, polisi, dan personel militer perempuan belum diizinkan untuk mengenakan jilbab di tempat mereka bertugas.

Sebenarnya, upaya untuk menerobos tabu ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Pada 1999, seorang anggota parlemen Turki berdarah Amerika, Merve Kavacki, hadir dalam sidang parlemen dengan mengenakan jilbab saat mengambil sumpah jabatan.

Saat itu, aksi Kavacki merupakan yang pertama kali sejak pendirian Republik Turki pada 90 tahun lalu. Namun, saat itu Kavacki mendapatkan cemoohan dari anggota parlemen lain dan statusnya sebagai warga negara Turki dicabut.

Jilbab atau hijab merupakan sebuah simbol yang sangat sensitif bagi warga Turki. Kelompok sekuler memandang jilbab sebagai lambang politik Islam yang sangat kontras dengan tradisi sekuler Turki.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X