Kompas.com - 31/10/2013, 06:35 WIB
Seorang petugas mengawasi jalan yang menuju kawasan industri Kaesong, Korea Utara. Kawasan industrin yang diongkosi Korea Selatan ini dibangun pada 2004 dan menampung lebih dari 120 pabrik dan mempekerjakan setidaknya 53.000 warga Korea Utara. Namun, di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, pemerintah Korea Utara memutuskan untuk menutup kawasan industri ini untuk sementara. JUNG YEON-JE / AFPSeorang petugas mengawasi jalan yang menuju kawasan industri Kaesong, Korea Utara. Kawasan industrin yang diongkosi Korea Selatan ini dibangun pada 2004 dan menampung lebih dari 120 pabrik dan mempekerjakan setidaknya 53.000 warga Korea Utara. Namun, di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, pemerintah Korea Utara memutuskan untuk menutup kawasan industri ini untuk sementara.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SEOUL, KOMPAS.com — Sejumlah anggota parlemen Negeri Ginseng Korea Selatan, Rabu (30/10/2013), masuk dan berkeliling kawasan industri bersama Korea Utara dan Selatan, di Kaesong. Kota ini berada di teritorial Korea Utara.

Mengutip kantor berita Yonhap seperti dilaporkan wartawan Kompas Wisnu Dewabrata dari Seoul, sebanyak 21 orang anggota Komite Unifikasi dan Urusan Luar Negeri Majelis Nasional Korsel beserta 26 orang staf pendukung memasuki kawasan Kaesong pada pukul 09.30 waktu setempat.

Mereka dilaporkan kembali dengan selamat ke Korea Selatan melalui kawasan demiliterisasi (DMZ) sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Kunjungan ini merupakan yang pertama kali terjadi di masa Presiden Park Geun-hye. Pada masa pemerintahan Lee Myung-bak, parlemen Korea Selatan tercatat tiga kali melawat ke Kaesong.

Menurut komite, kunjungan itu merupakan acara tambahan dari proses audit rutin parlemen, yang memang saat ini tengah berlangsung dan dilakukan parlemen Korea Selatan. Mereka pun menyempatkan bertemu dengan kepala Komite Manajemen Industrial Kaesong serta para pebisnis yang membuka usaha dan pabrik mereka di kawasan industri bersama itu.

Menurut ketua komite parlemen, Ahn Hong-joon, banyak pengusaha mengalami kesulitan mendapatkan pesanan baru setelah insiden penutupan sepihak kawasan industri bersama itu oleh Korea Utara beberapa bulan lalu. Dia pun mengatakan para pengusaha mengeluhkan sulitnya melakukan perjalanan, komunikasi, dan urusan pajak.

Para pengusaha mengatakan, menurut Ahn, ada banyak aturan yang perlu diubah. Perundingan tentang revisi aturan terkait kawasan industri bersama tersebut memang terus mengemuka dalam perundingan antarkedua Korea.

“Agar kawasan industri bersama Kaesong ini bisa terus berkembang, kedua pemerintahan harus segera bisa bekerja sama. Semua pihak tak bisa berpura-pura tak ada masalah. Semua harus membangun kembali kepercayaan sehingga hubungan bisa terus membaik,” ujar Ahn, yang berasal dari partai berkuasa, Partai Saenuri.

Sementara anggota parlemen dari partai oposisi, Partai Demokrat, Woo Sang-ho, berpendapat jika pemerintah kedua Korea bisa sama-sama bersikap fleksibel maka kawasan industri bersama Kaesong bisa menjadi kawasan bisnis yang sangat kompetitif di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kunjungan itu para anggota parlemen Korsel mengunjungi empat perusahaan produsen pakaian, sepatu, dan komponen telepon seluler. Mereka juga melihat sejumlah fasilitas seperti pusat pengelolaan air, klinik medis, dan stasiun pemadam kebakaran.

Terkait kunjungan itu Kementerian Unifikasi Korsel menyebut Korea Utara mengirim lima pejabat anggota kelompok kerja mereka untuk menyambut sekaligus mengantar para anggota parlemen Korea Selatan berkeliling fasilitas kawasan.

“Namun mereka (Korea Utara) memang tidak mengirim pejabat tingkat tinggi dalam kunjungan itu. Padahal parlemen Korsel didampingi Wakil Menteri Unifikasi Korsel Kim Nam-sik,” ujar salah seorang pejabat kementerian tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.