Kompas.com - 29/10/2013, 21:00 WIB
Mike du Toit (kanan) dan Andre du Toit divonis 35 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Pretoria, Afsel karena merencanakan makar dan pembunuhan Nelson Mandela pada 2002 lalu. ALEXANDER JOE / AFPMike du Toit (kanan) dan Andre du Toit divonis 35 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi Pretoria, Afsel karena merencanakan makar dan pembunuhan Nelson Mandela pada 2002 lalu.
EditorErvan Hardoko
JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Seorang anggota ekstremis sayap kanan Afrika Selatan yang merencanakan pembunuhan Nelson Mandela dan mengusir warga kulit hitam dari negeri itu, Selasa (29/10/2013), dijatuhi hukuman penjara 35 tahun.

Mike Du Toit, pemimpin milisi supremasi kulit putih Boeremag, dijatuhi hukuman penjara dengan empat orang terdakwa lain terkait rencana penggulingan pemerintahan Afsel pasca-apartheid pada 2002.

Hakim Pengadilan Tinggi Pretoria juga memvonis 20 orang anggota milisi itu dengan hukuman penjara antara 10 hingga 30 tahun tergantung tingkat keterlibatan mereka dalam rencana makar itu. Demikian disampaikan juru bicara kejaksaan Medupe Simasiku.

Namun, beberapa terdakwa langsung bebas setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena hakim mempertimbangkan waktu mereka mendekam dalam penjara selama proses pengadilan.

Proses sidang kasus ini berjalan hampir selama satu dekade hingga para anggota Boeremag resmi dituntut tahun lalu. Kasus ini adalah kasus makar pertama dengan vonis bersalah sejak runtuhnya apartheid pada 1994.

Kedua puluh terdakwa terbukti berencana melakukan makar, tetapi hanya lima yang terbukti berencana melakukan pembunuhan terhadap pemenang hadiah Nobel Perdamaian dan Presiden Afsel pertama berkulit hitam, Nelson Mandela.

Boeremag, yang dalam bahasa Afrikaans berarti "Kekuatan Boer", yang merujuk pada pendatang Belanda pertama di Afsel, berencana melakukan teror dengan serangkaian peledakan bom.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka kemudian berencana mengambil alih pangkalan militer, mengganti pemerintahan sipil dengan militer, serta mengusir semua warga kulit hitam dan etnis India keluar dari Afsel. Saat bom meledak di Soweto pada Oktober 2002, seorang perempuan tewas dan puluhan orang lainnya terluka.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.