Kompas.com - 29/10/2013, 17:45 WIB
Sheikh Abdulaziz al-Sheikh. Al ArabiyaSheikh Abdulaziz al-Sheikh.
EditorErvan Hardoko
RIYADH, KOMPAS.com — Seorang ulama besar Arab Saudi Sheikh Abdulaziz al-Sheikh memperingatkan para pemuda Saudi agar tidak terlibat dalam perang saudara di Suriah.

"Semua ini salah, (perang) itu bukan kewajiban," ujar Sheikh Abdulaziz merujuk pada para pria Arab Saudi yang terlibat dalam perang yang sudah memasuki tahun ketiga itu.

"Di Suriah terdapat faksi-faksi yang saling bertikai dan saya tidak menyarankan siapa pun pergi ke sana. Berangkat ke negara yang tak Anda kenal dan tanpa pengalaman, Anda akan menjadi beban di sana. Yang mereka inginkan dari Anda adalah doa," lanjut Sheikh Abdulaziz seperti dikutip harian Al-Hayat.

Sejumlah sumber yang memahami pergerakan militer di kawasan itu menyebut pada September 2012 ribuan warga Saudi berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan pemberontak. Tak diketahui berapa banyak yang berhasil tiba di Suriah.

Sheikh Abdulaziz, yang ditunjuk Raja Saudi, juga memperingatkan para ulama agar tidak mendorong para pemuda Saudi bertempur di Suriah dalam khotbah-khotbah mereka.

"Umat Muslim harus takut kepada Allah dan tidak menipu para pemuda Muslim dan mengeksploitasi kelemahan mereka dan mendorong mereka ke dalam kehancuran," tambah Abdulaziz.

"Saya sarankan agar para ulama menasihati para pemuda itu seperti mereka menasihati anak mereka sendiri," dia menegaskan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara terbuka mendukung pemberontak yang memerangi Presiden Bashar al-Assad. Sebagian besar warga Saudi yang adalah pengikut Sunni menganggap Assad dan pemerintahannya adalah kafir karena mereka adalah penganut Alawi, salah satu sekte Syiah.

Namun, di sisi lain, Pemerintah Saudi khawatir para pemudanya yang berjuang di Suriah saat kembali nanti justru akan mengobarkan perang melawan Pemerintah Saudi, yang juga dikuasai dinasti turun-temurun.

Arab Saudi tak mau mengulang kesalahan saat Al Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden menyerang sejumlah target di wilayah Saudi pada 2003-2006. Osama bin Laden pernah memimpin batalyon sukarelawan Arab di Afganistan saat mengusir pasukan Uni Soviet pada 1980-an. Sementara pemuda lainnya berperan di Bosnia dan Chechnya.

Bahkan, sebelum menyerang AS pada 11 September 2001, dengan pengalaman perangnya di berbagai tempat itu, Bin Laden terlebih dahulu menyerang keluarga Saud yang memerintah Arab Saudi, sebab utamanya karena keluarga Saud sangat dekat dengan Amerika Serikat.



Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X