Spanyol Tuntut Penjelasan AS soal Penyadapan Telepon Warga

Kompas.com - 28/10/2013, 22:36 WIB
Ilustrasi memasang alat penyadap di dalam sebuah telepon. www.nydailynews.com Ilustrasi memasang alat penyadap di dalam sebuah telepon.
EditorErvan Hardoko
MADRID, KOMPAS.com — Pemerintah Spanyol, Senin (28/10/2013), menuntut penjelasan rinci Pemerintah AS terkait kabar media yang menyebut Badan Keamanan AS (NSA) menyadap alur komunikasi jutaan warga Spanyol.

Pemerintah Spanyol sudah mengirimkan pesan kepada Duta Besar AS James Costos, menuntut penjelasan detail alasan AS memata-matai komunikasi warga biasa hingga Kanselir Jerman Angela Merkel.

Kabar terbaru soal penyadapan AS ini muncul di saat delegasi Parlemen Eropa memulai kunjungannya ke Washington DC untuk mengetahui dampak penyadapan NSA terhadap hak mendasar warga Uni Eropa.

Delegasi Uni Eropa juga akan mendiskusikan ancaman penundaan kesepakatan antara Uni Eropa dan AS terkait saling tukar data-data perbankan.

Di Madrid, Kemenlu Spanyol menggelar pertemuan dengan para diplomat AS hanya beberapa jam setelah harian El Mundo memublikasikan dokumen rahasia yang menunjukkan NSA menyadap 60,5 juta pembicaraan telepon warga Spanyol hanya dalam kurun waktu satu bulan.

NSA, menurut El Mundo, mencatat asal dan tujuan pembicaraan telepon itu, tetapi tidak merekam isi percakapan. Harian itu menampilkan grafik yang menunjukkan banyaknya penyadapan selama 30 hari hingga 8 Januari 2013.

Menurut grafik yang ditampilkan El Mundo, penyadapan terbanyak adalah pada 11 Desember 2012 dengan 3,5 juta percakapan telepon.

Meski tak ditunjukkan dalam grafik, harian itu juga menyajikan penyadapan informasi digital atau metadata yang sangat besar. Penyadapan digital ini mencakup data personal, surat-surat elektronik, dan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Artikel itu ditulis El Mundo bersama seorang bloger AS, Glenn Greenwald, yang mengaku memiliki akses ke dokumen rahasia yang diperoleh Edward Snowden.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X