Kompas.com - 28/10/2013, 17:55 WIB
Ilustrasi. DOKIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
KABUL, KOMPAS.com — Para penduduk sebuah desa di Afganistan, Senin (28/10/2013), melempari seorang tersangka peledakan bom dengan batu hingga tewas lalu menembaki jasadnya hingga hancur. Pria yang tewas itu diyakini sebagai pelaku pengeboman bus yang menewaskan 18 orang.

Peristiwa peledakan bom terjadi pada Minggu (27/10/2013) yang menghancurkan sebuah minibus yang membawa penduduk di wilayah tengah Provinsi Ghazni yang hendak datang ke sebuah pesta pernikahan. Dari 18 orang yang tewas sebagian besar adalah perempuan.

Penduduk desa yang marah kemudian memburu seorang pria setempat yang bersembunyi di sebuah kandang ayam di dekat kediamannya.

"Sebelumnya, warga menemukan pengendali jarak jauh untuk meledakkan bom di kediaman orang itu," kata Wakil Gubernur Ghazni, Mohammad Ali Ahmadi.

Setelah itu, sekitar 100 orang warga desa menyeret pria tersebut ke luar rumahnya, memukulinya dengan tongkat kayu dan sekop. Kemudian, warga melemparinya dengan batu hingga orang itu tewas.

"Mereka lalu menembakkan 200 peluru ke tubuh orang itu," tambah Ahmadi.

Warga setempat mengatakan, orang yang mereka bunuh beramai-ramai itu memang dikenal sebagai anggota Taliban.  Warga menganggap dia bertanggung jawab atas pengeboman minibus dan memberi tahu mereka soal bom kedua yang dia tanam di sekitar desa.

Klaim warga desa ini sulit diverifikasi kebenarannya. Namun, bom pinggir jalan yang menghancurkan minibus warga memang kerap digunakan Taliban dalam berbagai serangannya.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X