Gempa Jepang, Tak Ada Kerusakan Baru di PLTN Fukushima

Kompas.com - 26/10/2013, 04:27 WIB
Foto ini diambil pada 19 September 2013. PM Jepang Shinzo Abe sedang meninjau tembok yang berasal dari pipa baja dibangun di sepanjang pesisir dekat dengan PLTN Fukushima yang rusak karena diterjang tsunami dan gempa pada 2011. AFP/Japan Pool/AFP/FileFoto ini diambil pada 19 September 2013. PM Jepang Shinzo Abe sedang meninjau tembok yang berasal dari pipa baja dibangun di sepanjang pesisir dekat dengan PLTN Fukushima yang rusak karena diterjang tsunami dan gempa pada 2011.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
TOKYO, KOMPAS.com — Operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima mengatakan, tidak ada kerusakan atau peningkatan radiasi di PLTN, segera setelah gempa besar di pantai timur Jepang yang menimbulkan tsunami kecil.

Gempa juga tidak menimbulkan kerusakan di darat dari gempa yang diklasifikasikan berkekuatan 7,1 skala Richter oleh Badan Meteorologi Jepang, yang terjadi di sekitar 370 km (230 mil) dari pantai. Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa itu berkekuatan 6,8 SR.

Televisi Jepang mengatakan bahwa tsunami setinggi 30 sentimeter (1 kaki) telah terjadi di pantai timur Jepang. Juru Bicara Tokyo Electric Power Co (TEPCO), operator dari PLTN Fukushima, mengatakan bahwa para pekerja telah diminta untuk mengevakuasi diri ke daratan yang lebih tinggi setelah gempa. Namun, tidak ada kerusakan atau perubahan peringatan di pos-pos pemantauan radiasi di sekitar pabrik.

Kapal-kapal terlihat meninggalkan pelabuhan di selatan PLTN Daiichi, Fukushima, di mana ada tiga reaktor mengalami kebocoran akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011. Bangunan mengalami guncangan, 230 kilometer dari Tokyo, tepatnya sebelah selatan dari lokasi PLTN.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan "kuning" alias peringatan dini tsunami kecil. Peringatan "kuning" akan dikeluarkan ketika tsunami diprediksi tidak akan melebihi ketinggian 1 meter.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.