Kompas.com - 25/10/2013, 19:07 WIB
Tentara Korea Selatan berjaga di desa Panmunjom, zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam kondisi perang karena Perang Korea 1950-1953 berhenti karena perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai. JUNG YEON-JE / AFPTentara Korea Selatan berjaga di desa Panmunjom, zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam kondisi perang karena Perang Korea 1950-1953 berhenti karena perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara, Jumat (25/10/2013), memulangkan enam pria Korea Selatan, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam hubungan kedua negara.

Mereka dikawal menuju perlintasan PBB di Panmunjom dan diserahkan kepada pihak berwenang  Korea Selatan. Identitas rinci mereka tidak diungkapkan namun dilaporkan berusia antara 27 dan 67 tahun.

Keenamnya akan langsung dibawa ke kantor dinas rahasia Korea Selatan untuk ditanyai sehubungan dengan keberadaan mereka di utara.

Rencana pemulangan disampaikan Palang Merah Pyongyang kepada Seoul sehari sebelumnya, seperti dinyatakan Menteri Penggabungan Korea Selatan.

Pemerintah Seoul mengatakan berdasarkan pandangan pertama mereka tampak tidak seperti orang yang diculik Korea Utara beberapa tahun lalu.

Wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson, melaporkan tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana mereka datang ke Utara dan yang mendorong pihak Utara memutuskan pemulangan keenam orang itu..

Salah satu kemungkinannya adalah mereka tiba di Korea Utara secara gelap melalui China karena warga Korea Selatan hanya bisa melakukan perjalanan ke negara yang tertutup itu setelah secara resmi diatur kedua pemerintahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kantor berita resmi Korea mengumumkan beberapa warga Korea Selatan itu ditahan pada tahun 2010 dan muncul spekulasi bahwa keenam yang pulang ini termasuk dari yang ditahan tersebut.

Langkah Korea Utara ini dilihat sebagai pertanda baik dalam menuju rekonsiliasi setelah  penundaan penyatuan kembali anggota keluarga yang terpisah pada akhir perang Korea.

Ketegangan antara kedua Korea meningkat awal tahun ini setelah Korea Utara melaksanakan uji coba nuklir yang ketika pada bulan Februari.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.