Kompas.com - 24/10/2013, 22:29 WIB
EditorErvan Hardoko
NAIROBI, KOMPAS.com — Kepolisian Kenya, Kamis (24/10/2013), memanggil dua orang jurnalis untuk diperiksa terkait laporan mereka soal pasukan Kenya yang menjarah sejumlah toko di pusat perbelanjaan Westgate saat mereka bertugas mencari anggota militan Al Shabab.

Inspektur Jenderal Polisi David Kimaiyo sebelumnya mengatakan, terdapat batasan jelas soal kebebasan pers, terkait penyanderaan mal Westgate, bulan lalu.

Dua reporter televisi KTN, Mohammed Ali dan Allan Namu, serta Sam Sholei, direktur eksekutif The Standard Group pemilik KTN, adalah mereka yang dipanggil polisi.

"Kami sedang melakukan investigasi berbagai isu dan berita yang ditayangkan stasiun televisi KTN," kata komandan polisi senior Nairobi, George Ojuka.

George mengatakan, ada beberapa bagian dari tayangan dokumenter televisi yang ditayangkan KTN yang dianggap tidak sesuai kenyataan dan bisa menghasut.

Berbagai media di Kenya secara luas melaporkan para prajurit Kenya saat bertugas meringkus para militan Al Shabab, ternyata mereka juga menjarah sejumlah toko yang ditinggalkan pemiliknya.

"Anda tidak bisa menghasut Kenya, Anda tidak bisa mendistribusikan atau membuat isu yang bisa menimbulkan kebencian," kata Kimaiyo.

Kedua jurnalis itu dan Shollei diharapkan hadir ke kantor polisi paling lambat Senin pekan depan.
Sementara itu, sejumlah kalangan menyayangkan tindakan yang diambil kepolisian Kenya itu.

"Langkah polisi ini adalah upaya untuk melakukan intervensi dengan alasan konstitusi terhadap kebebasan media dan berekspresi," demikian pernyataan Komunitas Hukum Kenya.

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya menyatakan keprihatinannya dengan keputusan kepolisian itu.

"Kepolisian Kenya seharusnya menyelidiki penjahat sebenarnya dalam kasus Westgate bukan si pembawa pesan," kata Tom Rhodes dari Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.