Dua WNI di Malaysia Lolos dari Hukuman Mati

Kompas.com - 24/10/2013, 18:19 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Dua orang WNI di Malaysia terbebas dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Kedua WNI tersebut adalah Heni Herawati dan Indah Kumala. Keputusan membebaskan dua WNI itu dari hukuman mati dikeluarkan dalam sidang pengadilan pada Senin (21/10/2013).

Mereka semula didakwa memiliki narkoba jenis methamphetamine masing-masing sebanyak 378,53 gram dan 261,5 gram yang ditangkap pada Januari lalu.

Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI di Kuala Lumpur Malaysia, Dino Nurwahyudin, mengatakan setelah lima kali persidangan tak terbukti dua WNI tersebut sebagai pemilik narkoba.

“Setelah melalui beberapa kali persidangan mereka bukan pemilik langsung barang-barang tersebut sehingga pengacara kami mengajukan pembelaan bahwa barang-barang tersebut bukan milik dua WNI, lalu Jaksa mengajukan kepada hakim bahwa orang ini bukan merupakan pelaku dan kebetulan ada di kejadian tersebut”, kata Dino kepada BBC Indonesia melalui telepon, Kamis (24/10/2013).

“Mereka ada di mobil dan tidak mengetahui bahwa temannya yang memiliki narkoba” tambah Dino.

Hukum Malaysia independen

Dalam akun Twitter-nya, Presiden SBY menyebutkan lolosnya kedua WNI itu dari ancaman hukuman mati itu tak lepas dari upaya para pengacara dan elemen pemerintah lainnya yang bekerja keras dalam mendampingi proses hukum mereka.

Sementara itu, pengamat dari Universitas Kebangsaan Abdul Ghapa Harun mengatakan proses hukum di Malaysia independen, tak dapat dicampuri politik dan jika seorang terdakwa lolos dari ancaman hukuman mati disebabkan bukti-bukti yang dihadirkan tidak kuat.

"Yang saya tekankan secara teoritikal dalam proses perjalanan sistem hukum di Malaysia, sama ada unsur subjektivitas, tekanan itu tergantung pada kes-kes (kasus-kasus), kalau sekiranya dalam buktinya tidak dapat disangkal, saya kira proses hukum yang ditetapkan dalam proses judicial itu akan tetap berlangsung," kata Harun.

KBRI di Kuala Lumpur menyebutkan sampai saat ini sudah ada 140 orang WNI yang bebas dari ancaman hukuman mati.

Sedangkan 183 orang WNI di Malaysia yang masih terancam hukuman mati, termasuk Wilfrida Soik Tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur yang didakwa terlibat pembunuhan majikannya bernama Yeap Seok Pen (60) pada Desember tahun 2010 lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X