Arab Saudi Peringatkan Aktivis Kampanye Perempuan Mengemudi

Kompas.com - 24/10/2013, 16:15 WIB
Aktivis perempuan Arab Saudi Manal al-Sharif, yang kini tinggal di Uni Emirat Arab, menunjukkan lambang kemenangan dengan jarinya saat dia mengemudikan mobilnya di Dubai. AFPAktivis perempuan Arab Saudi Manal al-Sharif, yang kini tinggal di Uni Emirat Arab, menunjukkan lambang kemenangan dengan jarinya saat dia mengemudikan mobilnya di Dubai.
EditorErvan Hardoko
RIYADH, KOMPAS.com — Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Kamis (24/10/2013), memperingatkan potensi "terganggunya kedamaian sosial" terkait rencana para aktivis perempuan melakukan aksi menentang larangan mengemudikan mobil.

"Aturan di Arab Saudi melarang sebuah kegiatan yang mengganggu kedamaian sosial dan membuka peluang munculnya hasutan," demikian Kemendagri Arab Saudi seperti dikutip kantor berita SPA.

"Kementerian menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas menegakkan hukum terhadap siapa pun yang melanggarnya," tambah Kemendagri Saudi.

Peringatan ini tampaknya ditujukan langsung kepada kelompok yang melalui media sosial menyerukan pencabutan larangan mengemudi untuk perempuan.

Kampanye "Mengemudi 26 Oktober" mengajak warga Saudi untuk menempelkan logo kampanye ini di mobil mereka dan menyerukan para perempuan yang memiliki SIM internasional agar mengemudikan mobil pada hari itu.

Penggagas kampanye ini juga mengajak perempuan Saudi yang belum bisa mengemudikan mobil untuk segera belajar mengemudi.

Peringatan Kemendagri itu muncul setelah sejumlah ulama dan tokoh agama melakukan protes di Jeddah dan menuding pemerintah tak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan protes para perempuan itu.

Sebenarnya tidak ada hukum tertulis yang melarang perempuan mengemudikan mobil di Arab Saudi. Namun, perempuan Saudi sangat sulit dan hampir tidak mungkin mendapatkan surat izin mengemudi.

Para penentang larangan perempuan mengemudi mengatakan, kebijakan ini memicu biaya tambahan bagi keluarga Saudi karena harus mempekerjakan seorang sopir dan membuat perempuan kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Dewan Syura Kerajaan, bulan ini, juga menolak usulan tiga anggota perempuannya yang menginginkan agar masalah larangan mengemudikan mobil ini menjadi agenda diskusi dewan.



Sumber Reuters,AP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X