PBB: Kebakaran Hutan di Australia Contoh Perubahan Iklim

Kompas.com - 22/10/2013, 11:04 WIB
Api berkobar dekat rumah-rumah di Patterson Street di Springwood, kawasan Blue Mountains, di sebelah barat Sydney, Kamis 17 Oktober 2013 ABCApi berkobar dekat rumah-rumah di Patterson Street di Springwood, kawasan Blue Mountains, di sebelah barat Sydney, Kamis 17 Oktober 2013
EditorEgidius Patnistik
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kebakaran hutan yang terjadi di negara bagian New South Wales, Australia, adalah contoh dari malapetaka jika tidak ada tindakan nyata untuk mengatasi perubahan iklim.

Sekretaris Eksekutif untuk  Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, Christiana Figueres, mengatakan kebakaran membuktikan kepada dunia betapa mahalnya harga karbon.

"Organisasi Meteorologi Dunia belum menemukan secara langsung hubungan antara kebakaran dan perubahan iklim, tetapi yang jelas, ada sinyal kuat soal peningkatan gelombang panas di Asia, Eropa, dan Australia," ujar Christiana kepada CNN. "Ini (gelombang panas) akan terus berlanjut. Terus dengan intensitas dan frekuensi mereka."

Komentar ini muncul setelah wakil pemimpin dari Partai Hijau di Australia, Adam Bandt dituduh mempolitisasi kebakaran hutan, saat ia menyatakan kebijakan pemerintah soal iklim akan menyebabkan lebih banyak kebakaran di masa depan .

Namun, sejumlah ilmuwan iklim kepada ABC mengatakan bahwa telah terbukti adanya hubungan antara pemanasan global dan kebakaran, sehingga perlu adanya tindakan nyata.

Kepala iklim PBB juga mengatakan rekaman kebakaran di media seharusnya menarik perhatian internasional soal iklim. "Apa yang kita lihat hanyalah awal dari malapetaka dan kesuraman yang mungkin saja akan kita hadapi," kata Christiana.

Aksi nyata 'bisa jauh lebih mahal'

Christiana juga mengkritik kebijakan pemerintah federal soal perubahan iklim. Menurutnya kebijakan tersebut lebih mahal daripada harga karbon.

"Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah baru belum menjauh dari komitmennya terhadap perubahan iklim di tingkat internasional terhadap perubahan iklim.  Apa yang mereka perjuangkan sekarang bukan apa yang akan mereka lakukan, tetapi bagaimana mereka akan melakukannya," tegas Christiana.

Pemerintah telah berjanji untuk  menghapuskan skema penetapan harga karbon dan mengantinya dengan proyek pengurangan emisi senilai tiga miliar dolar.

"Mereka akan membayar harga politik yang sangat mahal dan keuangan yang sangat tinggi," ujar Christiana.

Ia juga mengatakan dunia saat ini memiliki waktu yang sangat sedikit untuk meminimalkan dampak perubahan iklim. "Kita sudah membayar harga karbon,  ada pula harga kebakaran hutan yang dibayar, juga kebakaran," kata Christiana. "Jadi apa yang perlu kita lakukan adalah penentuan harga  pada karbon sehingga kita tidak harus terus menerus membayar harga karbon," lanjutnya.

Christiana juga menambahkan dunia harus mencapai bebas emisi pada paruh kedua abad ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X