Kompas.com - 21/10/2013, 23:08 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com — Alireza M (37), terpidana mati kasus narkoba Iran yang telah menjalani hukuman gantung tetapi tidak tewas, kini dalam keadaan koma di rumah sakit. Demikian kantor berita IRNA mengabarkan, Senin (21/10/2013).

"Level kesadarannya hanya sekitar enam persen dan kemungkinan kematian otak semakin tinggi jika kondisinya tidak membaik," demikian IRNA mengutip seorang sumber.

"Para dokter tak bisa melakukan operasi atau langkah medis apa pun jika dia masih dalam kondisi koma," tambah sumber itu.

Sebelumnya diberitakan, Alireza M awal bulan ini menjalani hukuman gantung setelah terbukti bersalah dalam kasus penyelundupan narkotika. Setelah digantung selama 12 menit di sebuah penjara di Iran, dokter menyatakan Alireza telah meninggal dunia.

Namun, sehari setelah eksekusi, seorang staf di kamar mayat kota Bojnourd mengetahui bahwa Alireza ternyata belum meninggal dunia.

Situasi ini memicu perdebatan di antara hakim. Sebagian hakim menyatakan Alireza harus digantung kembali, sementara sebagian lain mengatakan dia sudah menjalani hukumannya dan seharusnya dibebaskan.

Sejumlah hakim dan pengacara bahkan menandatangani dan mengirim petisi ke pimpinan hakim Ayatolah Sadeq Larijani agar turun tangan mengatasi kasus unik ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dua orang Ayatollah dikabarkan telah mengeluarkan fatwa yang mengatakan Alireza tidak boleh digantung lagi.

Menurut Amnesti Internasional, Iran adalah negara terbanyak di dunia yang melakukan eksekusi hukuman mati tahun lalu, setelah China, sebanyak 508 orang.

Meski praktik hukuman matinya dikecam, Pemerintah Iran menilai hukuman mati perlu dilakukan untuk menjaga ketertiban dan hukum. Hukuman mati hanya dilaksanakan setelah proses persidangan yang panjang.

Berdasarkan hukum Iran, beberapa jenis kejahatan, seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan bersenjata, penyelundupan narkotika, dan percabulan, semuanya diganjar hukuman mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.