Kompas.com - 21/10/2013, 19:26 WIB
Tim penyelamat Laos akan melakukan tugasnya mencari korban jatuhnya Lao Airlines di Sungai Mekong. Namun, tugas mereka sangat sulit karena air sungai yang keruh dan arusnya yang sangat kuat. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPTim penyelamat Laos akan melakukan tugasnya mencari korban jatuhnya Lao Airlines di Sungai Mekong. Namun, tugas mereka sangat sulit karena air sungai yang keruh dan arusnya yang sangat kuat.
EditorErvan Hardoko
VIENTIANE, KOMPAS.com - Tim penyelamat, Senin (21/10/2013), mendeteksi sinyal perekam data penerbangan alias kotak hitam dari pesawat Lao Airlines yang jatuh ke Sungai Mekong, Laos, pekan lalu.

Para pakar dari badan keselamatan penerbangan Perancis, BEA mengatakan mendapatkan sinyal dua kotak hitam Lao Airlines, yang kemungkinan memuat bukti penting soal penyebab kecelakaan fatal itu.

Namun, upaya untuk mengambil kedua kotak hitam itu terhalang minimnya jarak pandang di dalam sungai dan arus sungai yang sangat deras.

"Arus sungai Mekong sangat deras dan airnya berlumpur. Kami tak bisa melihat apapun," kata Direktur BEA Jean-Paul Troadec.

Jika kotak hitam itu sudah ditemukan, lanjut Troadec, maka kedua kotak hitam itu harus segera dianalisa. Sehingga sebaiknya semua pihak tidak mendahului hasil pemeriksaan.

Sebelumnya, pemerintah Laos mengatakan para penyelam harus menggunakan tali untuk menuntun mereka di dalam air yang berlumpur itu dan  hanya mampu menemukan sebagian dari badan pesawat yang tenggelam.

"Sangat sulit bagi para penyelam karena airnya berwarna coklat pekat. Selain itu arusnya kencang dan sedalam 12-13 meter," kata Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil Laos, Yakua Lopankao.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pesawat ATR-72 yang adalah buatan Perancis-Italia jatuh di Sungai Mekong pekan lalu dan menewaskan ke-49 orang penumpang dan awak.  Lebih dari separuh penumpang dan awak adalah warga asing dari 10 negara.

Berdasarkan daftar penumpang, terdapat 16 warga Laos, tujuh Perancis, enam warga Australia, lima orang Thailand, tiga orang Korea Selatan, dua warga Vietnam, dan masing-masing seorang dari AS, Kanada, Malaysia, China dan Taiwan.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X