Pemerintah Australia Revisi RUU Pernikahan Sesama Jenis

Kompas.com - 21/10/2013, 17:50 WIB
Ilustrasi pasangan gay. ShutterstockIlustrasi pasangan gay.
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Negara Bagian Ibukota Australia (ACT), Canberra, terpaksa mengubah beberapa kalimat dalam rancangan undang-undang (RUU) pernikahan sesama jenis agar bisa tetap bertahan saat digugat pemerintah federal ke Mahkamah Agung.

Rencananya, pemerintah ACT, yang dikuasai Partai Buruh, akan meloloskan RUU pernikahan antara sesama jenis hari Selasa (22/10/2013) dengan dukungan dari salah satu anggota parlemen dari Partai Hijau, Shane Rattenbury.

Tetapi sejumlah kelompok pendukung pernikahan sesama jenis dan pakar hukum konstitusi khawatir RUU ini bisa gagal jika sejumlah kalimat tidak diganti. Selain itu juga perlu adanya status pernikahan yang terpisah bagi pasangan sesama jenis.

Pemerintah Federal Australia sudah memberikan sinyal akan menggugat undang-undang ini di Mahkamah Agung.  Menanggapi hal ini, pemerintah ACT akan mengajukan sejumlah amandemen untuk memperjelas ruang lingkup hukum, saat  akan diperdebatkan di parlemen.

Jaksa Agung ACT Simon Corbell mengatakan RUU Pernikahan Sesama Jenis berganti nama menjadi Undang-undang Kesetaraan Pernikahan Sesama Jenis.

"Masalahnya lebih soal bahasa, daripada isi substansi dari undang-undang. Tapi kita perhatikan bahasa bisa menjadi faktor yang paling diperdebatkan di pengadilan," ujar Simon. "Tetapi perubahan kalimat dan bahasa tidak mengubah substansi undang-undang secara keseluruhan. "

Namun perubahan bahasa ini tidak bisa diterapkan bagi mereka yang diidentifikasi bukan laki-laki, bukan juga perempuan. "Kami menyesal dengan adanya perubahan yang dibuat, tetapi kita sesuai pandangan sejumlah pakar konstitusi bahwa kita harus menempatkan masalah yang tidak lagi diragukan secara terminologi," tambah Simon.

Sementara itu, sejumlah tokoh agama di Canberra menggelar pertemuan untuk menentang rencana undang-undang ini. Mereka yang hadir adalah para tokoh agama dari umat Yahudi, Katolik Roma, Anglikan, Presbyterian, Gereja Advent Hari Ketujuh, dan ulama Islam.

Rabbi Shimon Cowen mengatakan ini adalah yang pertama kalinya semua agama datang bersama-sama untuk membicarakan masalah yang sama. Ia mengatakan dorongan pemerintah untuk meloloskan pernikahan sesama jenis telah mengabaikan pandangan sebagian besar masyarakat.

"Kami berharap pertemuan ini bisa menyadarkan pemerintah untuk tidak memaksakan perubahan drastis secara sepihak pada populasi yang sebagian besar terdiri dari agama yang menjunjung pernikahan tradisional," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X