Kompas.com - 21/10/2013, 16:42 WIB
Foto ini diambil pada 19 September 2013. PM Jepang Shinzo Abe sedang meninjau tembok yang berasal dari pipa baja dibangun di sepanjang pesisir dekat dengan PLTN Fukushima yang rusak karena diterjang tsunami dan gempa pada 2011. AFP/Japan Pool/AFP/FileFoto ini diambil pada 19 September 2013. PM Jepang Shinzo Abe sedang meninjau tembok yang berasal dari pipa baja dibangun di sepanjang pesisir dekat dengan PLTN Fukushima yang rusak karena diterjang tsunami dan gempa pada 2011.
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com — Tepco, operator reaktor nuklir Fukushima, Jepang, Senin (21/10/2013), mengatakan bahwa air berkadar radioaktif tinggi kembali bocor akibat hujan lebat yang mengguyur Fukushima, Minggu (20/10/2013).

Menurut Tepco, air dengan kadar isotop Strontium-90 meluap dari pembatas di sekitar tangki yang digunakan untuk mendinginkan air dari pembangkit yang rusak akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada 2011.

Dalam salah satu perkiraan, kandungan Strontium-90 sampai 70 kali lebih tinggi dari batasan untuk limbah yang aman. Tepco menambahkan bahwa sebagian dari air yang tercemar radioaktif tersebut meresap ke dalam air. Namun, kecil kemungkinan air tersebut mengalir ke Lautan Pasifik di sekitarnya.

Strontium-90 adalah radioaktif yang merupakan produk dari pemecahan uranium dan plutonium di dalam reaktor. Isotop tersebut mudah terserap tubuh manusia dan diduga menyebabkan kanker tulang.

Kebocoran terbaru ini memperpanjang masalah yang dihadapi Tepco sejak lumpuhnya reaktor Fukushima akibat terkena gempa dan tsunami. Pada awal Oktober lalu, kebocoran terjadi karena pekerja melakukan kesalahan dalam menghitung kapasitas tangki, dan sekitar 430 liter air yang tercemar meluap dari tangki.

Pada Juni lalu, Tepco juga mengumumkan temuan kebocoran air yang terkontaminasi dari tempat penyimpanan dengan kecepatan satu tetes setiap tiga sampai empat detik. Aliran listrik padam juga pernah terjadi di reaktor Fukushima sehingga menyebabkan gangguan sistem pendingin di kolam pembuangan bahan bakar.

Sementara itu, dalam perkembangan lain, para ahli Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang sedang berada di Jepang menyebutkan terdapat langkah positif dalam kemajuan penanganan masalah di reaktor Fukushima dan sekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedatangan IAEA ke Jepang ini merupakan permintaan pemerintah Tokyo sebagai lanjutan dari kunjungan tahun lalu.

"Jepang sudah melakukan sejumlah besar upaya untuk mengurangi keterkenaan radiasi atas manusia di kawasan-kawasan yang terkena dampak dan mengarah pada kembalinya para pengungsi ke rumah mereka, serta mendukung komunitas setempat dalam menghadapi gangguan ekonomi serta sosial," tutur pemimpin tim, Juan Carlos Lentijo, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita AFP.

Bagaimanapun sejumlah warga Jepang masih belum yakin bahwa masalah pencemaran radioaktif di Fukushima sudah tertangani sepenuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.