Kompas.com - 21/10/2013, 16:26 WIB
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com - Seorang pria yang memiliki hubungan dengan sejumlah kelompok teroris yang terkait Al-Qaeda kni membantu intelijen Barat dalam memerangi terorisme di Timur Tengah dan Afrika.

Pria yang dikenal dengan nama Ahmed Warsame (27), saat ini tengah memasok informasi intelijen untuk menemukan dalang serangan ke pusat perbelanjaan Westgate, Kenya yang menewaskan 67 orang bulan lalu itu.

Diharapkan, hubungan Warsame dengan  salah seorang pemimpin Al-Shabaab yang hanya dikenal bernama Ikrima, yang diduga mendalangi serangan Westgaye, juga akan mengungkap keberadaan Si Janda Putih, Samantha Lewthwaite.

Warsame, adalah pria kelahiran Somalia dan mendapatkan suaka di Inggris saat berusia 13 tahun. Dia sebelumnya membantu intelijen AS dalam pembunuhan salah seorang pemimpin Al-Qaeda Anwar al-Aqlaki pada 2011 lalu.

Peran Warsame dalam perang melawan terorisme ini terungkap dalam dokumen pengadilan dan pengakuan seorang informan yang diperoleh harian The Sunday Times.

"Sangat sulit untuk tidak mengakui betapa pentingnya informasi yang diberikan Warsame ke pihak Amerika dan Inggris," kata seorang sumber aparat keamanan Inggris kepada The Sunday Times.

"Dia adalah penghubung antara para pejuang jihad di Eropa dengan Al-Qaeda Semenanjung Arab dan Al-Shabab di Somalia," tambah sumber itu.

Warsame, tiba di Inggris pada sekitar 2000 dan tinggal di negeri itu selama enam tahun. Saat itu dia tinggal di Birmingham dan belajar menjadi seorang teknisi listrik.

Lalu dia kembali ke Somalia dan bergabung dengan Al-Shabab pada 2007. Tidak diketahui awal mula Warsame menjadi radikal selama tinggal di Inggris. Dua tahun kemudian, Warsame pindah ke Yaman untuk bertemu Anwar al-Awlaki, seorang pemimpin spiritual Al-Qaeda.

Pada April 2011, pihak AS menangkap Warsame dan selama dua bulan diinterogasi di sebuah kapal perang AS. Pada Juli tahun yang sama dia diadili di New York, dijerat sembilan dakwaan kejahatan terorisme.

Warsame berharap dengan kesediaannya berkerja sama dengan intelijen AS dia akan mendapatkan keringanan hukuman dan jika memungkinkan identitas baru untuk melindungi dirinya dan keluarganya.

Sudah beberapa kali sejumlah anggota Al-Qaeda bekerja sama dengan intelijen Barat misalnya Mohammed Junaid Babar, James Ujaama dan Khalid Sheikh Mohammed.

Babar adalah saksi mata utama sidang tujug orang yang berencana meledakkan pusat perbelanjaan Bluewater, Kent. Dia dijatuhi hukuman 70 tahun penjara, namun dibebaskan setelah menjalani hukumannya kurang dari lima tahun.

Sementara itu, Uujama mengungkap rincian tentang rencana Abu Hamza membangun sebuah kamp pelatihan di Oregon AS. Sementara Mohammed adalah otak di belakang serangan 11 September yang pada 2003 memberikan sejumlah informasi soal rencana Al-Qaeda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.