Kompas.com - 18/10/2013, 08:44 WIB
EditorEgidius Patnistik
Seorang tersangka yang tengah diselidiki polisi Norwegia atas serangan terhadap pusat perbelanjaan Westgate, Kenya, diketahui berkewarganegaraan Norwegia.

Pria itu bernama Hassan Abdi Dhuhulow, 23, warga Norwegia asal Somalia, yang dicurigai membantu merencanakan dan melaksanakan serangan itu. Demikian informasi yang diterima oleh BBC Newsnight.

BBC Newsnight telah berbicara kepada salah seorang kerabatnya di Norwegia yang mengatakan ia meninggalkan kota Larvik untuk pergi ke Somalia pada 2009.

Setidaknya, 67 orang tewas dalam serangan di Nairobi, kelompok Al Shabab yang terhubung dengan Al Qaeda mengklaim melakukan serangan itu.

Pekan lalu, badan intelijen Norwegia, PST, mengatakan telah mengirim petugas ke Kenya untuk melakukan verifikasi laporan bahwa seorang warga negara Norwegia terlibat dalam serangan terhadap pusat perbelanjaan yang dimulai pada Sabtu 21 September dan berlangsung selama empat hari tersebut.

Tidak jelas berapa banyak militan yang terlibat dalam penyerangan itu. Polisi awalnya memperkirakan bahwa ada 10-15 penyerang di dalam kompleks, tetapi rekaman CCTV yang sejauh ini telah dirilis oleh Pemerintah Kenya menunjukkan hanya empat orang.

Hassan Abdi Dhuhulow diyakini menjadi salah satu dari empat itu. Demikian kata sumber di Kenya dan Norwegia.

Jarang menelepon rumah

Dhuhulow lahir di Somalia, tetapi ia dan keluarganya mengungsi ke Norwegia pada 1999. Satu anggota keluarga, yang berbicara kepada wartawan BBC dengan identitas yang dirahasiakan, mengatakan bahwa Dhuhulow berangkat ke Somalia pada tahun 2009. Dia semakin jarang menelepon keluarga dan panggilan terakhir dilakukan pada musim panas ketika dia mengatakan dia dalam kesulitan dan ingin pulang.

Ketika ditampilkan rekaman CCTV yang menggambarkan para penyerang, saudara Dhuhulow mengatakan, "Saya tidak tahu apa yang saya rasakan atau pikirkan... Jika itu memang dia, pasti telah dicuci otaknya."

Wartawan BBC Newsnight Gabriel Gatehouse melakukan perjalanan ke kota pesisir Larvik, 120 km di selatan Oslo, di mana keluarga Dhuhulow tinggal.

Morten Henriksen, salah satu mantan tetangga keluarga ini, mengatakan belum melihat Dhuhulow selama bertahun-tahun. "Dia cukup ekstrem, dia bermasalah dan berkelahi, ayahnya khawatir, " kata Henriksen menggambarkan Dhuhulow ketika remaja.

Ketika ditunjukkan rekaman CCTV dari empat penyerang Kenya, ia mengatakan bahwa yang mengenakan kemeja hitam atau jaket bisa jadi adalah Dhuhulow.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.