Rp 27 Triliun untuk Peringati Kelahiran Mao, Rakyat China Berang

Kompas.com - 17/10/2013, 19:30 WIB
Foto Mao Zedong terpampang seakan mengawasi warga China yang berada di Lapangan Tiananmen. DOKFoto Mao Zedong terpampang seakan mengawasi warga China yang berada di Lapangan Tiananmen.
EditorErvan Hardoko
BEIJING, KOMPAS.com - Rencana pemerintah China menggelontorkan dana sebesar 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 27 triliun untuk memperingati 120 tahun kelahiran Mao Zedong, membuat banyak rakyat China marah.

Uang sebesar itu akan dikucurkan ke tanah kelahiran Mao dio Shaoshan. Di sana pusat informasi wisata akan direnovasi, begitu pula kediaman asli Mao. Demikian dilaporkan harian Changsa Evening News.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membangun sebuah stasiun kereta api cepat dan jalan tol baru menuju Shaoshan, demi memukai gelombang wisatawan yang diperkirakan mengungjungi kampung halaman pendiri RRC itu.

Meski rencana kucuran dana miliaran dolar itu dikecam, pemerintah Xiangtan, yang membawahi Shaoshan, mempertahankan kebijakan dan rencana itu.

Kepada harian Global Times, pemerintah Xiangtan mengatakan begitu pentingnya peringatan ini maka bisa mengalahkan hal lain untuk saat ini.

Namun, para pengguna internet di China mengecam keras biaya besar yang akan dikucurkan lebih dari 37 tahun setelah kematian Mao Zedong itu.

"Berapa banyak uang yang dikucurkan untuk mengatasi polusi? Berapa banyak uang untuk menyediakan asuransi kesehatan? Berapa banyak uang yang dikucurkan untuk makan siang pelajar di kawasan miskin?" tulis seorang pengguna media sosial Sina Weibo.

"Saya tak percaya pemerintah mengucurkan uang sebesar itu untuk orang yang sudah mati, orang mati yang kontroversial," ujar pengguna Sina Weibo lainnya.

Pengguna lain menyoroti perekonomian Xiangtan yang tak terlalu baik namun bisa mengucurkan dana yang luar biasa besar.

Meski pemerintah Beijing sudah meluncurkan kampanye penghematan anggaran, melarang jamuan makan mewah, dan mengurangi berbagai pengeluaran lain, namun pemborosan masih terus terjadi.

Salah satu yang terbaru adalah pembangunan sebuah menara pengamat berbengtuk ikan raksasa dengan biaya mencapai 7 juta poundsterling atau sekitar Rp 121 miliar.

Dalam sejarah China, nama Mao Zedong kerap dikaitkan dengan berbagai peristiwa misalnya Langkah Maju China dan Revolusi Kebudayaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X