Kompas.com - 16/10/2013, 21:30 WIB
Mantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944. www.haaretz.comMantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944.
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman, Rabu (16/10/2013), mengatakan pemakaman mantan kapten Nazi Erich Priebke yang meninggal dunia di Roma dalam usia 100 tahun sepenuhnya diserahkan kepada keluarganya.

"Saya tak melihat adanya tanggung jawab pemerintah federal untuk masalah ini," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman.

Berlin sejauh ini tidak mendapatkan permintaan resmi dari Italia untuk menerima jasad Priebke, yang telah divonis bersalah atas pembantaian 335 warga sipil pada 1944 lalu.

"Bagaimana cara mengurus jasad seorang warga negara Jerman yang meninggal dunia di luar negeri, pada dasarnya itu adalah urusan keluarganya," tambah sang juru bicara.

Awalnya, Priebke akan dimakamkan di dekat Roma, pada Selasa (15/10/2013). Namun rencana itu dibatalkan setelah sekelompok simpatisan neo-Nazi berencana menggelar aksi penghormatan.

"Dilakukan kontak non formal dengan pemerintah Italia terkait masalah ini, dan itu hal biasa di antara dua negara yang bersahabat," lanjut si juru bicara.

Dia menegaskan sekali lagi bahwa pemerintah Jerman tidak melihat alasan yang membuat jasad Priebke tidak bisa dimakamkan di Jerman.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pemerintah kota kelahiran Priebke, Hennigsdorf di pinggiran Berlin dengan tegas mengatakan menolak jika jasad Priebke akan dimakamkan di kota tersebut.

"Kami akan menolak pemakaman Priebke," kata seorang juru bicara pemerintah kota Hennigsdorf dalam wawancara dengan radio Rbb.

"Kami tak mau memakamkan penjahat perang di sini," kata si juru bicara sambil merujuk pada aturan lokal yang menolak pemakawan seseorang yang bukan warga kota itu.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X