OPCW Sudah Verifikasi 11 Gudang Senjata Kimia Suriah

Kompas.com - 16/10/2013, 21:14 WIB
Gambar yang diambil dari siaran televisi pemerintah Suriah ini menampilkan salah seorangn petugas OPCW tengah bekerja di salah satu lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah. Selama 10 hari terakhir tim OPCW sudah mendatangi tiga lokasi penyimpanan senjata kimia. SYRIAN TELEVISION / AFPGambar yang diambil dari siaran televisi pemerintah Suriah ini menampilkan salah seorangn petugas OPCW tengah bekerja di salah satu lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah. Selama 10 hari terakhir tim OPCW sudah mendatangi tiga lokasi penyimpanan senjata kimia.
EditorErvan Hardoko
DEN HAAG, KOMPAS.com - Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), yang tengah bertugas di Suriah, pada Rabu (16/10/2013) mengatakan, telah memeriksa 11 dari 20 lokasi penyimpanan senjata kimia yang ditunjukkan Damaskus.

"Misi OPCW sekarang sudah memastikan aktivitas di 11 lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah," demikian pernyataan resmi markas besar OPCW di Den Haag, Belanda.

Sejak para inspektur OPCW tiba di Suriah dua pekan lalu, mereka sudah melakukan penghancuran senjata kimia kategori 3 di enam lokasi.

OPCW, yang pekan lalu meraih Nobel Perdamaian, memasukkan senjata katagori tiga sebagai perangkat yang dirancang khusus untuk membantu penyebaran senjata kimia.

Saat ini, OPCW dan PBB memiliki 60 pakar yang bekerja di Suriah untuk memusnahkan persenjataan kimia negeri itu. Tugas penghancuran ini dimulai sebulan setelah OPCW menerima lamaran Presiden Suriah Bashar al-Assad yang ingin bergabung dalam Konvensi Persenjataan Kimia dunia.

Langkah Assad ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya serangan militer Barat terhadap negeri yang dikoyak perang tersebut.

Sejauh ini, pemerintah Suriah mendapatkan pujian dari dunia internasional atas kerja samanya dengan OPCW dan PBB. Meski demikian PBB mengingatkan  penghancuran seluruh senjata kimia Suriah harus sesuai dengang tenggat yang ditetapkan yaitu pertengahan 2014.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X