Puluhan Ribu Warga Afrika Tengah Mengungsi Hindari Kekerasan

Kompas.com - 16/10/2013, 20:18 WIB
Lebih dari 30.000 orang kehilangan tempat tinggal di Bossangoa, akibat kekerasan yang dilakukan pasukan pemerintah Afrika Tengah dan kelompok pemberontak. Médecins Sans FrontièresLebih dari 30.000 orang kehilangan tempat tinggal di Bossangoa, akibat kekerasan yang dilakukan pasukan pemerintah Afrika Tengah dan kelompok pemberontak.
EditorErvan Hardoko
BANGUI, KOMPAS.com - Puluhan ribu orang melarikan diri menghindari serangan dan pembunuhan keji yang dilakukan kelompok bersenjata dan pasukan pemerintah di bagian barat laut Republik Afrika Tengah. Demikian organisasi bantuan medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF), Rabu (16/10/2013).

Lebih dari 30.000 orang kehilangan tempat tinggal di Bossangoa, dan ribuan lainnya mengalami nasib serupa di daerah sekitarnya. Mereka tinggal dalam kondisi yang memprihatinkan dengan akses yang terbatas atau sama sekali tanpa tempat tinggal, air bersih, makanan, dan sanitasi.

Melihat kondisi ini, MSF mengimbau semua kelompok bersenjata agar menghormati keamanan warga sipil, staf medis, dan pekerja kemanusiaan; dan menyerukan perlunya menambah bantuan kemanusiaan.

“Bulan lalu, kami merawat lebih dari 60 orang di Bossangoa yang cedera akibat kekerasan, sebagian besar karena luka tembak dan luka senjata tajam, termasuk perempuan dan anak-anak,” kata ahli bedah MSF Erna Rijinierse.

“Lebih dari 80 persen pembedahan adalah untuk menangani luka yang terkait dengan konflik. Apa yang kami lihat sangat menakutkan, yaitu desa-desa yang dibakar dan pembunuhan yang mengerikan. Mereka yang melarikan diri sangat membutuhkan bantuan dan rasa terlindungi yang hadir melalui keberadaan organisasi bantuan,” tambah Erna.

Di Bossangoa, sekitar 28.000 orang mengungsi di Misi Katolik, hingga sangat melampaui kapasitasnya. Sebanyak 1.200 orang berada di rumah sakit, sehingga setengah dari bangunan berubah menjadi kamp darurat. Sementara, 1.000 orang lainnya mengungsi di sebelah landasan udara, ditambah 400 orang lainnya berkumpul di sekolah.

Saat musim hujan berlanjut, mereka yang tinggal di dekat semak-semak sangat berisiko terjangkit malaria – penyebab kematian nomor satu di Republik Afrika Tengah.

“Orang-orang tidak punya tempat tinggal dan mereka tidur di mana saja yang memungkinkan, di dalam gereja, sekolah, atau di bawah pohon. Kondisinya sangat padat dan orang-orang memasak, makan, tidur, mencuci, dan buang air di tempat yang sama. Dalam kondisi kebersihan yang sangat buruk ini, risiko mewabahnya penyakit cukup tinggi,” kata Ellen Van der Velden, Kepala Misi MSF di Republik Afrika Tengah.

“MSF saat ini adalah satu dari sedikit organisasi bantuan yang bekerja di wilayah-wilayah yang terkena dampak konflik di negara ini, memberikan layanan kesehatan termasuk pembedahan, air dan sanitasi, dan dukungan gizi. Namun, masih sangat banyak yang dibutuhkan,” ujar Ellen.





Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X