Kompas.com - 16/10/2013, 14:36 WIB
Sejumlah kapal kargo berhenti melakukan aktifitas pelayaran di perairan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/1/2012). Gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia menghambat aktifitas pelayaran dan penyeberangan di sejumlah pelabuhan. KOMPAS/LASTI KURNIASejumlah kapal kargo berhenti melakukan aktifitas pelayaran di perairan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/1/2012). Gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia menghambat aktifitas pelayaran dan penyeberangan di sejumlah pelabuhan.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Kapal kargo CHENGLU15 berbendera Panama karam di tenggara Pelabuhan Pohang, Korea Selatan pada Selasa malam kemarin. Pemicunya, tulis AP pada Rabu (16/10/2013) hantaman badai.

Menurut data dari Konsulat Jenderal China di Busan, Korsel, kapal tersebut karam sekitar pukul 21:30 waktu setempat. "Ada sembilan awak kapal tewas dan dua lainnya hilang,"kata pernyataan konsulat itu.

Konsulat itu mengatakan kalau ada 19 awak di kapal tersebut. Dari jumlah itu, 18 di antaranya berkewarganegaraan China. "Satu awak berkewarganegaraan Vietnam,"kata pernyataan tersebut.

Selanjutnya, masih menurut konsulat tersebut, 8 orang awak segera dilarikan ke rumah sakit. "Regu penolong sudah menemukan mayat sembilan awak itu," terang konsulat tersebut.

Sejauh ini, pejabat dari konsulat sudah membesuk delapan korban selamat. "Para korban dalam kondisi stabil,"kata pernyataan tersebut.

Jangkar

CHENGLU15, menurut informasi pasukan penjaga pantai di Pohan bertolak dari Pelabuhan Pyeongtaek di Barat Korsel pada 2 Oktober silam. Kapal itu tiba di Pohan dua hari setelahnya untuk membongkar muatan. "Rencananya, usai membongkar muatan, kapal bertolak ke Jepang pada Selasa (15/10/2013) tapi batal lantaran ada peringatan cuaca buruk,"kata penjaga pantai.

Pada pukul 15:15 waktu setempat, kru kapal menghubungi polisi melaporkan kalau kapal bertolak ke laut lepas tanpa kendali. "Jangkar kapal hilang tersapu badai,"kata laporan awak kapal.

Masalahnya, tiupan angin amat kencang berikut ombak tinggi cuma bisa membawa kapal penolong mendekati kapal kargo itu sekitar pukul 17:00. Alhasil, kapal itu makin menjauh dan enam jam kemudian tenggelam di Pohang.

CHENGLU15 sejatinya milik Perusahaan Perkapalan Lishen asal Provinsi Zhejiang, China.

Hingga berita ini diunggah, upaya pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh tim penjaga pantai Korsel. Tim itu menggunakan helikopter, kapal-kapal penolong, hingga tim khusus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X