Kompas.com - 16/10/2013, 13:12 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Perompak di Selat Malaka ini terbilang cerdik. Soalnya, usai menahan sebuah kapal tanker berbendera Thailand sejak Minggu (13/10/2013), perompak tersebut melepaskan kapal angkut itu kembali pada Rabu (16/10/2013). "Tapi, mereka colong muatannya,"kata pernyataan Biro Maritim Internasional (IMB) sebagaimana warta laman Bangkok Post.  

Catatan IMB yang bermarkas di Kuala Lumpur itu menunjukkan kalau kapal tanker tersebut tiba-tiba raib dari pantauan pada Minggu tersebut. Padahal, baru saja tanker itu menaikkan jangkar dari Singapura.

"Para perompak merusakkan peralatan komunikasi kapal tersebut meski tak melukai seluruh awak,"kata pernyataan IMB.

Sedianya, tanker tersebut bakal merapat ke Vietnam. "Dari Vietnam, kapal kembali ke Singapura,"kata IMB.

IMB dalam data termutakhirnya mengatakan perompakan di Selat Melaka dalam tahun-tahun terakhir susut angka kejadiannya. Pasalnya, patroli regional di selat yang menghubungkan antara Asia Tenggara dan Eropa itu terbilang gencar.

Tapi, selama 2013, tindakan kriminal tersebut berpotensi menanjak jumlahnya. Hingga kini, sudah tercatat kejadian perompakan hingga 57 kali.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.