Sehari Lagi Batas Waktu AS Bayar Utang-utangnya

Kompas.com - 16/10/2013, 08:23 WIB
Letty Mendez (kiri) dan Elsa DeVito menunggu pelanggan mereka di gerai Gator Grill yang terletak dekat pintu masuk Taman Nasional Everglades, Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin lalu. DeVito, sang pemilik, mengatakan, bisnisnya jatuh 85 persen sejak sejumlah taman nasional tutup akibat berhentinya sebagian aktivitas pemerintah. Getty Images/AFP/JOE RAEDLELetty Mendez (kiri) dan Elsa DeVito menunggu pelanggan mereka di gerai Gator Grill yang terletak dekat pintu masuk Taman Nasional Everglades, Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin lalu. DeVito, sang pemilik, mengatakan, bisnisnya jatuh 85 persen sejak sejumlah taman nasional tutup akibat berhentinya sebagian aktivitas pemerintah.
EditorEgidius Patnistik
Partai Republik di Amerika Serikat dianggap telah gagal membuat rencana untuk menangani plafon utang negara. Kini hanya tersisa satu hari untuk bisa membuat keputusan agar Pemerintah AS tidak kehabisan anggaran.

Jika Pemerintah AS tidak juga mencapai kesepakatan soal batas pinjaman hingga hari Kamis, sektor keuangan AS diperkirakan akan membeku dan mengancam ekonomi global.

Kebuntuan soal pinjaman ini menyebabkan lembaga pemeringkat, Fitch, memperingatkan AS akan kehilangan kredit rating di kelas AAA, atau teratas. "Meskipun Fitch tetap percaya bahwa masalah plafon utang akan dinaikkan, situasi politik dan pembiayaan yang menjadi kurang fleksibel bisa meningkatkan risiko kegagalan utang AS," demikian pernyataan Fitch.

Partai Republik yang menguasai DPR dan Demokrat yang mayoritas menduduki Senat masih terus melakukan negosiasi untuk mengakhiri penutupan sementara pemerintahan.

Pemerintahan Amerika ditutup sementara, atau "shutdown", yang dimulai 15 hari lalu saat Partai Republik menuntut Barack Obama menghentikan reformasi di bidang kesehatan yang digagasnya.

Kini, satu hari menjelang batas waktu penentuan utang, Partai Republik berada dalam posisi yang sulit saat mereka juga mencoba mencapai kesepakatan melalui perdebatan di DPR.

Apa yang terjadi dengan plafon Amerika Serikat?

1) Pemerintah AS menghabiskan lebih banyak membelanjakan anggaran daripada untuk jaminan sosial, upah, dan bunga utang.

2) Mendapat pinjaman dalam bentuk obligasi dari Departemen Keuangan AS untuk menutupi kekurangan uangnya.

3) Obligasi dari Departemen Keuangan adalah salah satu investasi paling aman di dunia dan diikuti oleh sejumlah negara di seluruh dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X