Ulama Suriah Izinkan Warga Kelaparan Konsumsi Daging Kucing

Kompas.com - 15/10/2013, 20:52 WIB


Pasukan oposisi menembakkan senjata sambil berlindung di balik rongsokan mobil dalam kontak senjata di Distrik Salaheddin, Aleppo, Rabu (9/10). Human Right Watch melaporkan, kubu oposisi melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Latakia, 4 Agustus. AFP/KARAM AL-MASRI Pasukan oposisi menembakkan senjata sambil berlindung di balik rongsokan mobil dalam kontak senjata di Distrik Salaheddin, Aleppo, Rabu (9/10). Human Right Watch melaporkan, kubu oposisi melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Latakia, 4 Agustus.
EditorErvan Hardoko

DAMASKUS, KOMPAS.com — Sejumlah ulama di Suriah, Selasa (15/10/2013), mengeluarkan fatwa yang mengizinkan penduduk di daerah terkepung di luar Damaskus, mengonsumsi daging kucing, anjing, dan keledai guna mengatasi kelaparan.

Dalam sebuah video yang diterbitkan di internet, para ulama mengatakan, mereka menyerukan bantuan dunia karena kondisi parah di luar kota bagian selatan Damaskus akibat bentrokan yang terus berlanjut.

"Bagaimana dunia bisa tidur tenang dengan perut kenyang sementara ada yang kelaparan, dan terjadi tidak jauh dari kota utama (Damaskus), hanya beberapa meter," kata seorang imam Suriah dalam video yang disiarkan Al Arabiya.

Imam yang didampingi ulama lain mengatakan, pernyataannya juga mewakili pandangan ulama lain. Dia mengatakan, sementara jemaah melakukan ibadah haji di Mekkah, "Ada orang yang meninggal kelaparan dan dikafankan."


Belakangan ini, masjid-masjid di luar kota Damaskus juga menyuarakan pesan yang sama.

Prioritas untuk badan bantuan

Sebagian besar kawasan di luar kota Damaskus dikuasai pemberontak, dan pasukan pemerintah mengebom daerah itu setiap hari dalam upaya merebut kembali tempat tersebut.

Bantuan pangan serta pasokan makanan lain tidak masuk ke daerah luar kota itu.

Fatwa untuk makan daging kucing, anjing, serta keledai itu bukan yang pertama yang dikeluarkan para ulama. Fatwa yang sama juga pernah dikeluarkan di Homs dan Aleppo saat terjadi pertempuran sengit.

Badan-badan bantuan mengatakan menyediakan pasok pangan, dan bantuan lain untuk daerah yang dilanda pertempuran harus diutamakan seperti halnya penghancuran senjata kimia Suriah.

Kepala Medecins Sans Frontieres, Christopher Stokes, menggambarkan kondisi di Suriah sulit dimengerti karena pengawas senjata kimia bisa bergerak bebas sementara konvoi bantuan dihambat.

Awal bulan ini, Kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah, SNC, mengatakan, ribuan keluarga di sekitar Damaskus terancam meninggal karena kelaparan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X