Topan Wipha Bergerak Mendekati PLTN Fukushima

Kompas.com - 15/10/2013, 20:22 WIB
Foto ini diambil pada 19 September 2013. PM Jepang Shinzo Abe sedang meninjau tembok yang berasal dari pipa baja dibangun di sepanjang pesisir dekat dengan PLTN Fukushima yang rusak karena diterjang tsunami dan gempa pada 2011. AFP/Japan Pool/AFP/FileFoto ini diambil pada 19 September 2013. PM Jepang Shinzo Abe sedang meninjau tembok yang berasal dari pipa baja dibangun di sepanjang pesisir dekat dengan PLTN Fukushima yang rusak karena diterjang tsunami dan gempa pada 2011.
EditorErvan Hardoko
TOKYO, KOMPAS.com - Topan Wipha dengan kecepatan hampir 200 kilometer per jam dan dianggap topan terkuat dalam 10 tahun terakhir dalam "perjalanan" mendekati pesisir Jepang, Selasa (15/10/2013).

Angin kencang yang membawa hujan deras ini diprediksi Badan Meteorologi Jepang akan mencapau perairan negeri itu pada Selasa malam. Namun yang lebih mengkhawatirkan, badai ini bergerak ke arah PLTN Fukushima yang rusak.

Topan ini diprediksi akan mencapai kawasan Kanto, Tokyo pada Rabu (16/10/2013) malam dan di hari yang sama topan ini akan melintasi pesisir Fukushima, lokasi pembangkit listrik nuklir yang rusak itu.

"Topan ini kemungkinan besar akan mempengaruhi sistem pengaturan lalu lintas di Tokyo tepat di saat jam sibuk," kata Kepala BMKG Jepang, Hiroyuki Uchida.

Di saat badan meteorologi memperingatkan datangnya hujan deras dan angin kencang bersamaan dengan kedatangan Topan Wipha, operator PLTN Fukushima mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan Fukushima agar siap menghadapi terjangan topan.

"Kami sedang mempersiapkan manajemen yang tepat untuk air terkontaminasi. Kami akan mengawasi lokasi yang mungkin akan kemasukan air akibat topan," kata juru bicara Perusahaan Energi Tokyo (TEPCO).



Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X