Di Suriah, Harga Pakaian Melambung Jelang Idul Adha

Kompas.com - 15/10/2013, 06:30 WIB
Sebuah keluarga mengendarai sepeda motor di depan pasar di Kota Aleppo, Suriah, 14 September 2013. AFP PHOTO / JM LOPEZSebuah keluarga mengendarai sepeda motor di depan pasar di Kota Aleppo, Suriah, 14 September 2013.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Masih kisruh oleh perang saudara membuat Suriah mesti menghadapi banyak kenyataan pahit menjelang Idul Adha. Paling tidak, sebagaimana warta AP pada Senin (14/10/2013), rakyat Suriah mesti berhadapan dengan harga pakaian yang melambung mendekati Hari Raya.

Di Damaskus, warga kebanyakan harus pulang dengan tangan hampa saat berbelanja ke pasar. Soalnya, harga pakaian jadi begitu mahal. Salah satu pemicunya adalah merosotnya nilai tukar mata uang pound Suriah.

Simak harga sebuah sweter yang dipakai lewat kepala untuk menghangatkan tubuh saat musim dingin tiba. Harga produk tekstil itu sekitar 5.000 pound Suriah atau setara 37,2 dollar AS. "Tahun lalu, harga sweter itu cuma 2.000 pound Suriah," kata Ahlam, seorang calon pembeli di sebuah pasar di Damaskus, Al-Salihiya.

Seorang pegawai pemerintahan Suriah, Adnan, mengaku harus meminjam uang dari saudaranya untuk membeli pakaian baru bagi anak-anaknya. "Saya tak sampai hati andai mereka tak punya baju baru seperti kebanyakan anak-anak Suriah lainnya saat merayakan Idul Adha," katanya.

Kenyataan di lapangan tersebut memang berbeda dengan upaya Pemerintah Suriah menekan harga. Pasalnya, sejak beberapa hari silam, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad sudah menggelar pasar murah bagi masyarakat. Namun, perhelatan itu tetap gagal menekan kenaikan harga.  

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X