Kompas.com - 14/10/2013, 20:03 WIB
Erich Priebke (1996), kiri, saat mengikuti sidang atas dirinya di Italia. APErich Priebke (1996), kiri, saat mengikuti sidang atas dirinya di Italia.
EditorErvan Hardoko
ROMA, KOMPAS.com - Kematian Erich Priebke, seorang penjahat perang Nazi terakhir, menimbulkan masalah baru setelah Vatikan melarang gereja memberikan upacara pemakaman, Argentina menolak pengembalian jasadnya, dan keluarga meminta jasadnya dikremasi.

Saat ini jasad Priebke masih berada di kamar jenazah sebuah rumah sakit di Roma, Italia, sementara perdebatan terkait jasad tokoh Nazi yang tak menyesali hingga akhir hayatnya, pembunuhan ratusan warga sipil Italia pada 1944 itu, terus memuncak.

Yayasan Simon Wiesenthal, lembaga pemburu tokoh Nazi, mengusulkan agar jasad Priebke dikirim ke Jerman yang memiliki undang-undang yang melarang perkumpulan neo-Nazi.

Kuasa hukum Priebke, Paolo Giachini sebelumnya mengatakan jasad Priebke akan dikebumikan di samping makam istrinya di Argentina, tempat mereka tingga selama 40 tahun setelah Perang Dunia II berakhir.

Namun, rencana itu batal karena pemerintah Argentina menolak menerima kembali jasad Priebke. Situasi semakin sulit ketika Gereja Katolik juga menolak memberikan upacara pemakaman.

Kondisi ini membuat Giachini mengancam akan menggelar pemakaman di taman Villa Borghese, Roma atau di jalanan.

"Anak-anaknya menginginkan Priebke dimakamkan secara Katolik. Mereka ingin keinginan sang ayah, yang adalah seorang Katolik, dihormati," ujar Giachini.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Priebke berhasil kabur dari kamp tahanan perang Inggris dan mendapatkan dokumen perjalanan Vatikan dari seorang uskup Katolik.

Priebke lalu tingga hampir 50 tahun di Argentina, sebelum jejaknya tercium dan ditangkap pada 1994 dan diektradisi ke Italia sebelum diadili pada 1996.

Pada 1998, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup untuk Priebke atas perannya dalam pembantaian 335 warga sipil Italia -termasuk 75 orang Yahudi- di gua Ardeatine, Roma pada 1944.

Namun, karena usia dan kesehatannya maka Priebke menjalani hukuman tahanan rumah di kediaman Giachini, hingga dia meninggal dunia pekan lalu dalam usia 100 tahun.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X