Kompas.com - 14/10/2013, 03:40 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SAINT PETERSBURG, KOMPAS.com — Belasan wartawan dan puluhan simpatisan turun ke jalan di Saint Petersburg, Rusia, menuntut pembebasan Denis Sinyakov. Dia adalah fotografer, pernah bekerja untuk kantor berita AFP dan Reuters, yang ditangkap saat meliput aksi protes Greenpeace di atas anjungan minyak lepas pantai Rusia di Laut Arktik, bulan lalu.

Sinyakov ditahan atas tuduhan terlibat aksi perompakan karena keberadaannya di lokasi aksi Greenpeace tersebut. Wartawan dan simpatisan yang menuntut pembebasan Sinyakov mengenakan penutup mata. Sebagian di antara mereka membawa plakat bertuliskan "Siapa Berikutnya?" dan "Fotografer Bukan Perompak".

"Kami mau memperlihatkan dukungan kami bagi rekan kami," ujar Alexander Koryakov, editor foto pada harian Kommersant dan salah seorang koordinator aksi protes ini, kepada kantor berita AFP, Minggu (13/10/2013). "Tidak seperti di negara-negara Barat dengan masyarakat yang datang mendukung wartawan, di negara kami tidak ada seorang pun yang membela wartawan," ujar dia.

Tuduhan perompakan kepada Sinyakov memiliki ancaman hukuman 15 tahun penjara. Saat ini Sinyakov dan 29 awak kapal Greenpeace menjalani masa tahanan yang berlaku sampai akhir November 2013. Belakangan, penyidik menyinggung keterlibatan "unsur narkotika" di atas kapal tersebut sebagai bahan untuk tuduhan baru yang langsung dibantah oleh Greenpeace.

Pada pengadilan pekan lalu, permohonan pembebasan Sinyakov dan tersangka lainnya ditolak. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa para aktivis itu "bukan perompak". Namun, juru bicara kepresidenan kemudian mengatakan hal itu sebagai pernyataan dan opini pribadi Putin.

Pengacara Greenpeace mengatakan, para tersangka ini ditahan dalam "kondisi tidak manusiawi". Mereka ditahan di penjara di Murmansk dan Apatity, sekitar 2.000 kilometer utara Moskwa, Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.